
Hizbullah: Gencatan senjata akan dipatuhi jika Israel akhiri agresi di Lebanon

Beirut (ANTARA) - Gerakan Hizbullah Lebanon siap mematuhi gencatan senjata jika Israel berhenti menyerang seluruh wilayah Lebanon, demikian pernyataan Mahmoud Qamati, anggota pimpinan politik kelompok Syiah tersebut pada Selasa.
"Kami telah memberi tahu semua pihak terkait bahwa kami telah membatalkan formula pertukaran antara wilayah pinggiran selatan Beirut dengan permukiman utara [Israel]," kata Qamati kepada stasiun penyiaran Al-Araby yang berbasis di Qatar.
Qamaty melanjutkan bahwa pihaknya telah menyepakati gencatan senjata yang nyata serta komprehensif, dan siap berkomitmen terhadap hal itu.
Dia juga menyatakan Hizbullah menolak "garis kuning" di Lebanon selatan demi membebaskan seluruh wilayahnya. Ia pun bersumpah menyerang target lebih dalam di Israel jika musuh terus melanjutkan agresi dan membombardir pinggiran Beirut.
Pada Senin, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan serangan terhadap target Hizbullah di pinggiran kota Beirut, yang disebut sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata Washington dan Teheran oleh Kementerian Luar Negeri Iran.
Di hari yang sama, setelah pembicaraan dengan Netanyahu dan para pejabat Hizbullah, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa gerakan Lebanon dan Israel telah menyetujui gencatan senjata. Namun, tentara Israel terus melakukan serangan di kota-kota di Lebanon selatan sehari setelahnya.
Sumber: Sputnik
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor:
Faidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
