Logo Header Antaranews Sultra

Badan Bahasa dan BI Sultra perkuat peningkatan literasi lewat peran Duta Bahasa

Minggu, 3 Mei 2026 06:12 WIB
Image Print
Foto bersama Plt Kepala Dikbud Aris Badara (kiri), Kepala Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI Hafidz Muksin (kedua kiri), Bunda Literasi Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka (tengah), Kepala Balai Bahasa Dewi Pridayanti (kedua kanan), dan Deputi Kepala Perwakilan BI Sultra Thathit Suryono saat malam puncak Pemilihan Duta Bahasa Sulawesi Tenggara, Sabtu (2/5/2026). ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra

Kendari (ANTARA) - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkuat peningkatan literasi melalui peran Duta Bahasa dalam menjaga kedaulatan bahasa Indonesia sekaligus meningkatkan literasi nasional.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin di Kendari, Sabtu malam, menyatakan apresiasi atas antusiasme generasi muda di daerah dengan sebutan "Bumi Anoa" itu, yang berkompetisi dalam ajang pemilihan Duta Bahasa 2026.

"Peran pemuda dalam pembangunan bangsa sangat vital. Bangsa ini dibangun oleh semangat Sumpah Pemuda, di mana mereka berinisiatif menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Para finalis ini adalah penerus semangat tersebut," katanya.

Dia menyebutkan para Duta Bahasa terpilih memiliki empat amanah utama yang selaras dengan semboyan Trigatra Bangun Bahasa.

Pertama, menjaga kedaulatan dengan mengutamakan bahasa Indonesia di ruang publik dan lembaga pemerintah. Kedua, menjadi pelaku aktif dalam meningkatkan budaya literasi dengan menjadi anutan bagi generasi muda untuk rajin membaca.

"Ketiga, mereka diberi motivasi untuk terus melestarikan bahasa daerah sebagai kekayaan budaya kita. Dan terakhir, mendorong mereka menguasai bahasa asing agar dapat bergaul di dunia global," ujarnya.

Kepala Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI Hafidz Muksin saat membawakan sambutan pada malam puncak Pemilihan Duta Bahasa Sulawesi Tenggara, Sabtu (2/5/2026). ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra

Deputi Kepala Perwakilan BI Sultra Thathit Suryono mengungkapkan bahwa pihaknya terus memperkuat sinergi dengan Balai Bahasa Sultra untuk mengomunikasikan berbagai kebijakan melalui pendekatan bahasa dan budaya.

"Bahasa adalah jembatan komunikasi. Hal ini sejalan dengan misi Bank Indonesia dalam mengomunikasikan kebijakan seperti Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, literasi keuangan, pengendalian inflasi, hingga perlindungan konsumen," ucapnya.

Ia menjelaskan para finalis Duta Bahasa yang telah melalui seleksi ketat ini diproyeksikan menjadi mitra strategis BI dalam menyosialisasikan kebijakan ekonomi.

"Ke depan, kita akan kembangkan program seperti Duta Perlindungan Konsumen atau Duta CBP Rupiah. Kami juga berencana membuat media edukasi berupa cerita atau dongeng anak bertema rupiah yang menggunakan berbagai bahasa daerah di Sultra, selain bahasa Wakatobi dan Wolio," katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra Aris Badara menegaskan komitmen untuk memacu sikap positif siswa terhadap bahasa Indonesia di lingkungan sekolah.

"Kami terus mendorong anak-anak agar memiliki sikap positif, bangga, dan cinta terhadap bahasa Indonesia dengan tetap mengikuti kaidah bahasa yang benar," sebut Aris.

Ia juga mendukung penuh penguasaan bahasa asing bagi siswa sebagai modal menjadi warga dunia, tanpa melupakan kelestarian bahasa daerah.

"Bahasa daerah adalah kekayaan lokal yang mengandung nilai-nilai luar biasa. Filosofi Trigatra Bangun Bahasa, yaitu utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing harus benar-benar diimplementasikan dalam dunia pendidikan kita," katanya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Badan Bahasa dan BI Sultra perkuat literasi melalui peran Duta Bahasa



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026