Logo Header Antaranews Sultra

Asmo Sulsel ajak perempuan jadi pelopor keselamatan berkendara pada Hari Kartini

Kamis, 30 April 2026 20:36 WIB
Image Print
Pengendara yang menggunakan sepeda motor Honda. (ANTARA/HO-Asmo Sulsel)

Kendari (ANTARA) - Astra Motor (Asmo) Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Ambon mengajak kaum perempuan untuk menjadi pelopor keselamatan berkendara melalui kampanye #Cari_Aman dalam rangka memperingati Hari Kartini.

Safety Riding & Community Supervisor Asmo Sulsel Habib Permadi dalam keterangan resmi yang diterima di Makassar, Kamis, menyatakan bahwa semangat emansipasi R.A. Kartini saat ini juga harus diimplementasikan melalui kemandirian dan kesadaran dalam menjaga keselamatan di jalan raya.

"Semangat Kartini tidak hanya tentang emansipasi, tetapi juga tentang kepedulian terhadap diri sendiri dan sesama. Melalui kampanye #Cari_Aman, kami ingin perempuan menjadi inspirasi dalam menciptakan budaya berkendara yang aman dan bertanggung jawab," ujar Habib.

Ia menambahkan, seiring meningkatnya peran perempuan sebagai pengguna sepeda motor untuk mobilitas harian dan pekerjaan, pemahaman akan prinsip keselamatan menjadi hal yang mutlak.

Sebagai bagian dari edukasi, Asmo Sulsel membagikan sejumlah poin penting bagi pengendara perempuan untuk mewujudkan keselamatan di jalan.

Pengendara yang menggunakan sepeda motor Honda. (ANTARA/HO-Asmo Sulsel)

"Pengendara diwajibkan menggunakan helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, serta sepatu tertutup. Hal ini krusial untuk melindungi tubuh dari risiko cedera serius," ujarnya.

Penting bagi perempuan untuk memastikan posisi duduk yang stabil dan nyaman. Bagi pengendara yang menggunakan rok, disarankan untuk tetap memperhatikan ruang gerak agar tidak mengganggu operasional kendaraan, atau lebih disarankan menggunakan celana panjang demi faktor keamanan.

Asmo Sulsel menekankan larangan penggunaan ponsel saat berkendara. Selain itu, kondisi fisik harus dalam keadaan bugar guna menjaga konsentrasi penuh terhadap situasi di sekitar jalan raya.

Pengendara diminta memahami kondisi jalur yang dilalui guna mengantisipasi bahaya seperti jalan berlubang atau licin, serta selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan lain dan mengatur kecepatan secara proporsional.

Habib berharap, melalui momentum Hari Kartini ini, perempuan Indonesia dapat menjadi motor penggerak bagi lingkungan sekitarnya dalam mematuhi aturan lalu lintas.

"Mari kita wujudkan generasi perempuan yang tidak hanya tangguh dan mandiri, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam keselamatan berkendara," jelasnya.



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026