
Indonesia perkuat sinergi dengan China guna percepat implementasi regulasi halal

Jakarta (ANTARA) - Indonesia melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mengajak lembaga halal luar negeri (LHLN) dari China untuk memperkuat sinergi dan harmonisasi standar halal antara kedua negara menuju implementasi Wajib Halal pada Oktober 2026.
“Tentunya dengan semangat Indonesia, kita saling sangat menguntungkan untuk kedua negara bilateral ekonominya, yang ekspor semakin mudah tapi terseleksi,” kata Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Adapun salah satu upaya tersebut, lanjut Haikal, dilakukan melalui pertemuan dan diskusi yang digelar awal pekan ini.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya mengundang seluruh LHLN dari China yang berjumlah sekitar 18 lembaga, untuk berdiskusi dan menyelaraskan penerapan regulasi halal yang berlaku di Indonesia dengan praktik yang telah berjalan di China.
Haikal menambahkan, penguatan kerja sama ini juga mencakup aspek ekosistem halal secara menyeluruh, mulai dari proses inspeksi, inventori, pengemasan, hingga distribusi produk.
“Hal tersebut menjadi bagian penting dalam menjamin kualitas produk halal dari hulu hingga hilir. Jadi saya memanggil para LHLN dari China, untuk kita sama-sama membangun ekonomi yang lebih baik,” ujar dia.
Menurut Haikal, China menjadi negara pertama yang diundang dalam forum ini karena memiliki jumlah LHLN terbanyak serta volume produk yang signifikan dalam hubungan perdagangan dengan Indonesia.
Selain itu, China juga dinilai sebagai salah satu pelopor industri halal dunia dengan produksi produk halal yang terus meningkat sampai dengan tahun 2026.
“Jadi, tidak ada salahnya kalau kita lihat dan belajar untuk penerapan di China, padahal mayoritas (penduduknya) non-Muslim, tapi begitu aware dengan halal,” ujar dia.
Ke depan, BPJPH berencana menggelar pertemuan serupa dengan lembaga halal dari berbagai negara lain, termasuk yang berada di kawasan Eropa.
“Upaya ini menjadi bagian dari upaya mendorong sektor halal menjadi kontributor utama dalam pencapaian target ekonomi nasional,” kata Haikal.
“Melalui forum ini, BPJPH berharap kerja sama internasional di bidang jaminan produk halal semakin kuat dan mampu mendorong pertumbuhan industri halal global yang berkelanjutan,” ujarnya menambahkan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Indonesia dan China perkuat sinergi harmonisasi standar halal
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor:
Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026
