
Pemprov alokasikan Rp5,5 miliar revitalisasi SMA di Buton Tengah

Kendari (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mengalokasikan anggaran sekitar Rp5,5 miliar pada tahun 2026 untuk merevitalisasi sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Buton Tengah guna meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan di daerah tersebut.
Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka saat ditemui di Kendari, Selasa, mengatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pendidikan untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.
"Pendidikan adalah investasi masa depan. Melalui revitalisasi sekolah ini, kami ingin memastikan anak-anak kita memperoleh fasilitas pendidikan yang baik dan setara dengan daerah lain," kata Andi Sumangerukka saat mengunjungi Kabupaten Buton Tengah (Buteng).
Dia menyebutkan bahwa berdasarkan data, alokasi anggaran tersebut disalurkan ke untuk keperluan revitalisasi sejumlah sekolah, yakni SMAN 3 Mawasangka sebesar Rp1,3 miliar, SMAN 2 Mawasangka Tengah Rp1,2 miliar dan SMAN 1 Sangia Wambulu sebesar Rp1,1 miliar.
"Kemudian juga untuk SMAN 2 Lakudo dengan anggaran yang disiapkan sebesar Rp738 juta dan SMA 3 Gu sebanyak Rp86 juta," ujarnya.
Selain perbaikan infrastruktur, Andi Sumangerukka juga meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Buteng. Program ini dirancang untuk menghadirkan lingkungan belajar yang modern serta mendukung pengembangan karakter siswa secara komprehensif.
Perhatian terhadap akses pendidikan juga diwujudkan melalui pemberian bantuan seragam sekolah gratis. Bantuan tersebut menyasar siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Muna serta siswa di Muna Barat dan Buton Tengah.
"Pembagian seragam ini merupakan bentuk kepedulian kami agar anak-anak tetap bisa bersekolah tanpa harus terbebani oleh biaya tambahan bagi orang tua mereka," katanya.
Pewarta : La Ode Muh. Deden Saputra
Editor:
Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026
