
Dikbud pacu kompetensi siswa di Sultra lewat beasiswa luar negeri

Kendari (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai menyiapkan skema penguatan kompetensi bagi peserta didik untuk meraih peluang beasiswa luar negeri atau global dan prestasi internasional.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dikbud Sultra Prof Aris Badara saat ditemui di Kendari, Rabu, mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan melalui penguatan kemampuan bahasa asing di tingkat satuan pendidikan, khususnya pada jenjang SMK, serta optimalisasi program Beasiswa Sultra Maju (BISMA) guna mencetak SDM lokal yang berdaya saing global.
“Program ini diharapkan memajukan SDM dan mengangkat martabat anak-anak Sultra agar kelak berkontribusi bagi daerah melalui pengalaman pendidikan internasional,” kata Aris Badara.
Dia menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra telah menyiapkan payung hukum program BISMA yang mencakup berbagai kategori. Selain menyasar prestasi nasional dan internasional, beasiswa ini juga dialokasikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap memiliki akses terhadap pendidikan berkualitas tinggi.
"Persiapan beasiswa global ini juga diselaraskan dengan Program Sekolah Garuda. Meski saat ini partisipasi sekolah di Sultra masih tergolong rendah, kami mendorong para kepala sekolah untuk lebih percaya diri dalam mendaftarkan institusinya pada program-program berskala nasional tersebut," ujarnya.
Aris Badara mengungkapkan bahwa untuk menunjang kompetensi siswa, Dikbud Sultra juga memastikan kesiapan sarana prasarana melalui optimalisasi hibah APBN untuk revitalisasi sekolah.
Ia menyebut jika saat ini Sultra tercatat sebagai salah satu daerah dengan tingkat keberhasilan pemanfaatan dana revitalisasi tertinggi secara nasional.
Aris Badara juga menjelaskan bahwa selain aspek akademis dan bahasa, penguatan karakter melalui program "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" juga menjadi perhatian dalam rapat koordinasi tersebut.
Hal ini bertujuan agar siswa Sultra tidak hanya unggul secara intelektual di luar negeri, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat dan kontekstual dengan nilai-nilai lokal.
“Seluruh perencanaan pendidikan 2026 ini difokuskan pada keberlanjutan program beasiswa dan kesiapan sarana yang mampu mengangkat potensi siswa hingga ke kancah global,” tambah Aris Badara.
Pewarta : La Ode Muh. Deden Saputra
Editor:
Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026
