Kendari (ANTARA) - Bupati Muna Sulawesi Tenggara, H.Barun Labuta mengatakan tanpa LM Rusman Emba (RE) mantan Bupati Muna dua periode itu, dirinya tak mungkin jadi bupati Muna hingga saat ini.
Pernyataan itu disampaikan Bupati Muna Bahrun, saat menerima kedatangan mantan bupati Muna LM Rusman Emba di sela-sela silaturahmi bersama Pemkab Muna, Senin.
"Apa yang dialami bapak Rusman Emba, kita jadikan pembelajaran. RE sudah korbankan dirinya untuk daerah, jadi kita harus lebih hati-hati," ujar Bahrun.
Ia mengatakan, dirinya dengan Rusman Emba sampai saat ini terus menjalin hubungan baik, sebab Rusman Emba dianggap sebagai adiknya.
"Saya pegang teguh prinsip kebaikan orang lain harus selalu diingat," ujar Bahrun di damping Wakil Bupati Muna La Ode Asrafil Ndoasa.
Mantan Bupati Muna, LM Rusman Emba dalam kesempatan itu mengatakan terkait perkara yang menyeret dirinya dan dijatuhi hukuman penjara selama 3 tahun karena terkait dugaan suap dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2021-20222.
Dalam perkara itu, kata Rusman, dirinya bukan mencuri uang negara atau uang rakyat, namun hanya karena memerintahkan dan menandatangani administrasi pengurusan PEN yang digunakan untuk kepetingan pembangunan di Bumi Sowite, Kabupaten Muna.
"Saya di penjara bukan karena mencuri uang rakyat untuk memperkaya diri, tetapi hanya turut serta menandatangani PEN untuk kepentingan daerah," tegas Rusman.
Dalam perkara yang telah dijalani, Mantan Ketua DPRD Sultra yang kerap disapa RE itu rela memasang badan dan mengorbankan jabatan dan dirinya.
"Tentu sebagai pimpinan, saya wajib lindungi bawahan. Jadi, tolong kalau ada isu saya curi uang rakyat, diluruskan. Karena, fakta di persidangan, itu tidak ada," terangnya.
Ia mengatakan, di perkara suap itu sudah menjalani hukuman selama kurang lebih 2 tahun. Ia mengakui perbuatannya serta tidak banding, kasasi dan peninjauan kembali (PK) atas putusan majelis hakim.
"Jadi, jangan diperdebatkan lagi. Saya tidak mencuri uang rakyat dan memperkaya diri," ujar RE seraya menegaskan ke pada Bupati Muna, Bachrun dan Wakil Bupati La Ode Asrafil, agar dalam mengambil kebijakan startegis tidak melibatkan orang banyak. Kemudian, jangan menganak emaskan satu orang pejabat.
"Pak bupati dan wabup bisa belajar dari pengalaman saya. Karena kesalahan sistem di pemerintah, saya sebagai pimpinan yang harus menanggung risikonya," tutur Rusman Emba.

