Logo Header Antaranews Sultra

BI Sulawesi Tenggara digitalisasi pembayaran koperasi dan kantin Lanal Kendari

Minggu, 7 Mei 2023 21:45 WIB
Image Print
Peluncuran QRIS untuk pembayaran di Primer Koperasi Angkatan Laut (Primkopal) Lanal Kendari, Minggu (7/5/2023) (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara mengubah metode pembayaran di koperasi dan kantin Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Kendari, dari manual menjadi digitalisasi.

Kepala BI Sultra Doni Septadijaya di Kendari, Minggu mengatakan pihaknya mengubah sistem pembayaran di koperasi dan kantin Lanal Kendari dengan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sehingga lebih mudah dan cepat ketika bertransaksi.

"Sekarang kita punya channel pembayaran yang mudah yaitu QRIS. Dengan adanya QRIS ini kita nggak harus mempunyai aplikasi tertentu cukup dengan aplikasi perbankan yang kita punya atau dompet digital kita sudah bisa melakukan transaksi hanya dengan man-scanning di setiap merchant," katanya.

Dia menyebut, secara umum di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara jumlah merchant yang menggunakan transaksi pembayaran digital melalui QRIS mencapai 120 ribu merchant.

"Di Sulawesi Tenggara itu merchant-nya itu sudah lebih dari 120 ribu sudah punya QRIS. Jadi tambah kantin dan koperasi menambah merchant pengguna QRIS," ujar dia.

BI Sulawesi Tenggara terus melakukan berbagai upaya perluasan transaksi non-tunai salah satunya adalah bagaimana bisa menerapkan transaksi keuangan di seluruh lapisan masyarakat, institusi, hingga pemerintah daerah secara digital melalui QRIS.

Doni menerangkan sistem pembayaran non tunai melalui QRIS memberikan manfaat yang sangat besar di antaranya penjual tidak lagi harus menyiapkan uang kembali, transaksi lebih mudah, aman, cepat bahkan dapat menekan peredaran uang tak layak edar hingga uang palsu.

"Di sisi penjual tidak perlu menyiapkan uang kembalian, melakukan pengelolaan uang, menghitung, menyimpan, memilah-milah uang lalu bawa uang kertasnya ke bank untuk disetorkan. Sedangkan dari sisi konsumen mencegah terjadinya pembayaran berlebihan serta lebih mudah dan cepat," ucap Doni.

Sementara itu, Komandan Lanal Kendari Kolonel Luat (P) Abdul Kadir Mulku Zahari mengaku bahwa pihaknya sudah lama membangun kerja sama dengan Bank Indonesia salah satunya yakni sinergi dalam pendistribusian uang rupiah layak edar ke wilayah terpencil.

Dia mengaku akan melaporkan kerja sama yang baik antara pihaknya bersama Bank Indonesia Sulawesi Tenggara ke Mabesal. Menurutnya Lanal Kendari sebagai pangkalan pertama yang menerapkan pembayaran digitalisasi pada Primer Koperasi Angkatan Laut (Primkopal).

Kolonel Mulku mengaku bahwa dirinya sudah mencoba langsung menggunakan transaksi keuangan melalui QRIS. Ia merasa sangat mudah dan pembayaran dapat dilakukan sesuai nominal yang dinginkan.

Menurutnya, program transaksi digital melalui QRIS dapat berjalan baik di jajaran Lanal Kendari, karena dia meyakini bahwa seluruh personel menggunakan aplikasi perbankan.

"Ini adalah suatu hal yang baru dan saya akan laporkan ini ke Mabesal bahwa kerjasama yang baik, sinergi yang baik antara Bank Indonesia dengan TNI Angkatan Laut yang sudah ada PKS ternyata bukan hanya sekedar untuk melaksanakan Rupiah Berdaulat ke pulau-pulau terluar, tetapi ini sudah merambah sampai ke Primkopal," katanya.



Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2026