
Dampak COVID-19, kegiatan Ramadhan di masjid Kota Kendari sepi

Kendari (ANTARA) - Adanya pembatasan oleh pemerintah terkait pelaksanaan kegiatan keagamaan selama Ramadhan 1441 Hijriah, membuat sejumlah masjid di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) sepi dari jamaah, salah satunya di Mesjid Raya Al Kautsar Kendari.
Pengurus Masjid Al Kautsar Kendari, H Nasir, Minggu, menjelaskan hingga memasuki hari ketiga Ramadhan, sesuai dengan rapat para pengurus masjid disepakati bahwa seluruh kegiatan keagamaan selama Ramadhan ditiadakan seperti Shalat Tarwih, Tadarrus, Itiqaf termasuk buka puasa bersama.
Namun untuk orang yang dalam perjalanan diperbolehkan singgah ke Masjid Al Kautsar.
"Aktivitas untuk di mesjid sesuai hasil rapat untuk Shalat Tarawih ditiadakan, tadarus juga ditiadakan. Terkecuali untuk buka puasa orang dalam perjalanan kami persilahkan,” ujarnya.
Sementara itu, seorang satpam yang selalu berjaga di areal Masjid, Mursalim membandingkan, jika Ramadhan sebelumnya setiap menjelang berbuka puasa, suasana mesjid selalu ramai, namun tahun ini terasa sangat berbeda.
“Kalau bulan puasa yang tahun lalu itu ramai. Kalau habis Shalat Ashar itu sudah terkumpul remaja-remaja mesjid, yang mau datang buka puasa itu sudah ramai. Namun untuk saat ini namanya ada virus corona jadi sepi," ungkap Mursalim
Namun demikian, sebagian warga sudah mengerti bahwa adanya pembatasan kegiatan selama Ramadhan untuk memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19 yang tidak hanya melanda negara Indonesia tetapi hampir seluruh negara di dunia.
Apalagi di Kota Kendari, jumlah pasien positif corona sudah banyak dan bahkan merenggut korban jiwa. Selain itu, pembatasan tersebut tidak hanya terjadi di Kendari saja tetapi juga di seluruh wilayah Indonesia.
Ia berharap pandemi COVID-19 segera berakhir dan warga bisa kembali beribadah sebagai mana biasanya.
Pewarta : Abdul Azis Senong
Editor:
Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
