
Konawe Utara sambut 150 prajurit TMMD

Wanggudu (Antaranews Sultra) - Pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara menyambut antusias kehadiran 150 prajurit Infantri dalam misi Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) di wilayah tersebut.
Bupati Konawe Utara Ruksamin di Wanggudu, Senin, mengatakan kehadiran prajurit TNI yang sudah dinanti-nantikan sejak beberapa waktu adalah kehormatan bagi rakyat dan pemerintah setempat.
"Perlu diketahui bahwa daerah-daerah berebut menarik simpati pimpinan TNI soal penempatan TMMD maka patut berbangga Konawe Utara diberi kepercayaan," kata Bupati Ruksamin.
Turut hadir pada seremoni penerimaan prajurit TMMD adalah Komandan Kodim 1417/Kendari Letkol Kav Eko Hernawan,S.Ip, Wakil Bupati Konawe Utara Raup, Sekda Konawe Utara Martaya K Supardi, Dan Pos Angkatan Laut Konawe Utara Lettu Laut Rudi serta sejumlah perwira Kodim 1417 Kendari.
Personil TMMD dari kesatuan Woroagi yang akan menjalankan misi kemanunggalan bersama rakyat selama 30 hari sejak 4 April hingga 4 Mei 2018 diharapkan menambah daya dukung pulau wisata tersebut.

Gugusan pulau wisata Labengki terdiri pulau ukuran kecil yang dihuni 473 jiwa dan 97 KK dan Lambengki Besar sebagai destinasi wisata yang akrab disebut Teluk Cinta.
"Alasan TMMD ditempatkan di pulau wisata Lambengki adalah kepentingan pengembangan sarana dan sosial kemasyarakatan," kata Ruksamin.
Komandan Kodim 1417/KDI Letkol Kav Eko Hernawan,S.Ip mengatakan kehadiran prajurit TNI melalui TMMD adalah membangun dan mempererat kemanunggalan TNI Angkatan Darat bersama rakyat menuju terwujudnya bangsa dan daerah beradab.
Baca juga: Konawe Utara tunjuk wisata labengki lokasi TMMD
"Tidak ada orientasi apa pun atas kehadiran prajurit TNI, kecuali mengambil nilai-nilai kemanunggalan TNI bersama rakyat. Tanpa pengakuan publik TNI tak ada apa-apanya," ujar Letkol Eko.
Ia mengharapkan warga setempat tidak segan-segan menyampaikan tentang sesuatu yang bertentangan dengan kelaziman masyarakat, seperti adat istiadat.
Pewarta : Sarjono
Editor:
Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
