Logo Header Antaranews Sultra

NTT Kirim 14.000 Ekor Sapi Ke Jakarta

Selasa, 31 Mei 2016 15:06 WIB
Image Print

Kupang (Antara News) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur telah mengirim 14.000 ekor sapi ke DKI Jakarta sebagai bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan daging di wilayah ibu kota Negara RI itu.

"Sejak Januari hingga saat ini sudah dikirim 14 ribu ekor sapi ke DKI Jakarta sebagai bagian dari implementasi kerja sama pengiriman sapi ke ibu kota negara itu," kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur Dani Suhadi, di Kupang, Selasa.

Dia menyatakan pengiriman dilakukan sangat lancar dengan memanfaatkan kapal pengangkut sapi yang diberikan pemerintah melalui Kementerian Perhubungan untuk kelancaran distribusi sapi ke wilayah itu.

Menurut dia, dengan diangkut menggunakan 'kapal sapi' itu, maka harga sapi yang dijual menjadi proporsional, mengingat ongkos armada angkutan sudah tidak lagi menjadi beban pemilik sapi.

Cara itu dapat menekan ongkos pengiriman sapi dari Indonesia timur khususnya NTT ke Pulau Jawa khususnya DKI Jakarta.

Menurut dia, dengan menggunakan kapal sapi yang berkapasitas 500 ekor itu, Pemerintah NTT bisa dengan mudah mengirim sapi dalam jumlah besar untuk pemenuhan kebutuhan warga di Jakarta.

Dalam dua bulan terakhir saja, kata Dani, sudah 11 kali rotasi pengiriman sapi ke DKI dengan total 5.500 ekor.

"Sekali kirim 500 ekor sapi, sehingga jika sudah dilakukan 11 kali menjadi 5.500 ekor sampai menggenapi jumlah 14 ribu ekor sapi itu," kata Dani lagi.

Pengiriman sapi ke daerah lainnya seperti Kalimantan, Dani mengaku juga dilakukan, tetapi masih terbatas dengan kuota yang sudah ditetapkan oleh Pemprov NTT tahun 2016 ini.

Dia mengatakan, untuk 2016 ini, Pemprov NTT menetapkan kuota pengatarpulauan sapi sebanyak 56.250 ekor. Sapi sebanyak itulah yang akan dikirim hingga akhir 2016 demi menjaga stabilitas stok sapi di daerah berbasis kepulauan ini.

Ia mengakui dalam kondisi permintaan sapi yang tinggi menjelang Idulfitri ini, Pemprov DKI dan pemerintah daerah lain di Kalimantan juga meminta peningkatan jumlah pasokan. Hal itu dari aspek niaga akan sangat menguntungkan bagi para peternak di NTT.

Namun Pemprov NTT akan tetap membatasi pengiriman sapi itu, dengan melihat kondisi stok dan populasi tersedia di daerah ini.

Dia membenarkan, secara mobilitas dan perkembangan populasi, terjadi peningkatan sentra sapi lokal di NTT.

Menurutnya, dulunya sentra pembibitan sapi di NTT hanya berada di Kabupaten Kupang dan Timor Tengah Selatan (TTS).

Namun saat ini mengalami perkembangan hingga menjangkau beberapa daerah di Pulau Flores.

Dia menyebutkan, selain Kabupaten Kupang dan TTS, sentra pembibitan sapi juga sudah ada di Timor Tengah Utara (TTU), Belu, dan Kabupaten Malak. Kemudian di Kabupaten Rote Ndao.

Sedangkan di Pulau Flores sudah ada di sekitar Ngada dan Nagekeo serta Kabupaten Ende.

Dia menyebutkan populasi sapi di NTT masih berada pada angka normal, dan hingga akhir 2015 lalu berada pada angka populasi 902.326 ekor yang tersebar hampir di seluruh sentra produksi sapi di NTT. "Setiap hampir enam bulan kami lakukan pembaharuan data terkait populasi sapi di daerah ini," katanya lagi.

Dani meminta kepada peternak di NTT untuk terus memacu produktivitas hasil peternakannya, agar bisa menjadi terdepan dalam hasil dan akhirnya menjadi pemasok utama sapi nasional untuk pemenuhan kebutuhan daging sapi nasional.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026