Logo Header Antaranews Sultra

BPS Sultra Libatkan 2.419 Petugas SE2016

Jumat, 18 Maret 2016 11:00 WIB
Image Print
Sekda Provinsi Sultra Lukman Abunawas (kanan) memasangkan Pin dan melepas balon sebagai tanda peresmian dimulainya pelaksanan Sensus Ekonomi Tahun 2016 pada acara Apel Siaga Petugas SE-2016 di Pelataran Kantor Gubernur Sultra, Jumat. (FOTO ANTARA/Azi

Kendari (Antara News) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara melibatkan sebanyak 2.419 petugas/mitra Sensus Ekonomi 2016 untuk melakukan pendataan semua kegiatan usaha ekonomi masyarakat di seluruh wilayah kabupaten/kota di Sultra.

Pencanangan Sensus Ekonomi 2016 yang akan dilaksanakan pada 1 - 31 Mei 2016 itu, ditandai dengan Apel Siaga tingkat Provinsi Sultra, yang dipimpin Sekdaprov, Lukman Abunawas atas nama gubernur Sultra di lapangan upacara kantor gubernur di Kendari, Jumat.

Apel Siaga yang ditandai pembacaan Ikrar Penyuksesan Sensus Ekonomi 2016, kemudian pelepasan balon di udara yang bertemakan sukseskan "Sensus Ekonomi, 1-31 Mei 2016" mendapat sambutan meriah dari ratusan peserta yang ikut dalam apel siaga tersebut.

Sambutan tertulis gubenur Sultra yang dibacakan Sekda Provinsi mengatakan, sensus ekonomi bertujuan untuk mendapatkan informasi terkait potret untuk perekonomian bangsa.

Olehnya itu kepada seluruh masyarakat baik itu pejabat, pengusaha swasta, BUMN/BUMD dan masyarakat umum untuk memberi data yang benar kepada petugas pendata sensus ekonomi.

Menurut gubernur, data yang dihasilkan petugas sensus itu, nantinya akan menjadi data akurat untuk dijadikan landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah, dan nasional serta regional.

Kepala BPS Sultra, Aqto Mardiyanto secara terpisah mengatakan, dari jumlah 1.419 petugas yang dilibatkan itu, sebanyak 500 orang lebih berda di Kota Kendari, dan sisanya tersebar pada 16 kabupaten dan satu kota di Sultra.

"Kota Kendari yang terbanyak petugas sensusnya. Alasannya adalah karena Kota Kendari sebagai ibukota provinsi merupakan daerah yang terbanyak mitra usaha yang harus didata sesuai dengan kegiatan dan tempat usahanya," ujaranya.

Ia mengatakan, petugas sensus akan melakukan pendataan dengan mendatangi seluruh tempat usaha atau perusahaan non pertanian yang berada di wilayah Sultra.

Usaha sektor yang menjadi sasaran petugas sensus ekonomi, kata Aqto, sedikitnya ada 19 item diantaran usaha pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, pengelolaan sampah, konstruksi, perdagangan besar, tarsportasi, penyediaan akomodasi, jasa keuangan, jasa pendidikan, jasa persawahan, kegiatan jasa lainnya seperti online dan lain sebagainya.

Aqto juga menambahkan, setelah pendataan itu selesai dilakukan, data sensus ekonomi 2016 itu baru akan diketahui saat Presiden menyampaikan pidato pada Hari Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2016.



Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026