Logo Header Antaranews Sultra

Bernice Ferreira dinobatkan sebagai juara dunia bulu super putri WBC

Selasa, 18 Agustus 2026 17:34 WIB
Image Print

Jakarta (ANTARA) - World Boxing Council (WBC) mengumumkan petinju Bernice Ferreira memulai babak baru dalam karir profesionalnya setelah merebut gelar juara dunia kelas bulu super putri (59 kg) WBC dengan mengalahkan Caroline Veyre.

"Ferreira mengalahkan Veyre yang didiskualifikasi karena aksi merangkul lawan secara terus-menerus," demikian keterangan WBC dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Selasa.
Veyre memasuki ring dengan status sebagai juara dunia WBC yang sedang berkuasa dalam pertarungan yang menjadi laga pendukung utama acara tinju yang mempertemukan Claressa Shields dan Kaye Scott di State Farm Arena, Atlanta, Amerika Serikat.

Petinju asal Kanada tersebut berusaha mempertahankan sabuk juaranya dengan mengawali pertarungan secara agresif. Ia mampu memberikan tekanan melalui sejumlah pukulan keras, terutama yang diarahkan ke bagian tubuh Ferreira.

Ferreira tidak membiarkan Veyre mengembangkan permainan terlalu lama. Petinju asal Afrika Selatan itu secara bertahap meningkatkan tekanan dan berusaha menjaga pertarungan tetap berlangsung dalam tempo tinggi.

Benturan fisik di antara kedua petinju pun semakin sering terjadi seiring berjalannya ronde.

Pertarungan yang awalnya berlangsung kompetitif kemudian mulai diwarnai aksi saling merangkul. Veyre beberapa kali merapatkan tubuhnya ke Ferreira untuk menghentikan serangan lawan. Aksi tersebut berulang kali membuat wasit harus turun tangan dan memisahkan kedua petinju agar pertarungan dapat kembali dilanjutkan.

Pada ronde keempat, wasit akhirnya memberikan pengurangan poin pertama kepada Veyre akibat pelanggaran tersebut.

Namun, situasi tersebut tidak banyak berubah pada ronde-ronde berikutnya. Veyre kembali melakukan aksi merangkul lawan ketika Ferreira berusaha melancarkan serangan. Wasit kemudian kembali memberikan hukuman dengan mengurangi poin Veyre.

Setelah Veyre kehilangan total dua poin akibat pelanggaran tersebut, wasit menilai aksi saling berpelukan sudah melampaui batas yang dapat ditoleransi dalam pertandingan tinju profesional.

Pada ronde kedelapan, wasit akhirnya menghentikan pertarungan. Keputusan tersebut membuat Ferreira dinyatakan sebagai pemenang melalui diskualifikasi.

Kemenangan itu menjadi pencapaian penting bagi Ferreira karena ia berhasil mengambil alih sabuk juara dari Veyre tanpa menelan kekalahan sepanjang karir profesionalnya. Dengan hasil tersebut, rekor Ferreira meningkat menjadi 11 kemenangan dari 11 pertandingan, termasuk empat kemenangan yang diraih melalui knockout (KO).

Sementara itu, bagi Veyre, kekalahan melalui diskualifikasi tersebut menjadi kekalahan kedua dalam karir profesionalnya. Petinju asal Kanada itu kini memiliki rekor 11 kemenangan dan dua kekalahan.

Ferreira meninggalkan Atlanta sebagai juara dunia baru dan kini menghadapi tantangan berikutnya untuk mempertahankan gelar yang baru direbutnya. Kehadirannya sebagai penguasa baru divisi tersebut diperkirakan membuat persaingan kelas bulu super putri WBC semakin menarik.



Pewarta :
Editor: Faidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026