
DPRD Kendari Desak Pemkot Serius Tangani DBD

Kendari (Antara News) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari mendesak pemerintah kota setempat untuk serius melakukan penanganan terhadap serangan penyakit demam berdarah dengue di daerah itu.
"Seperti yang dirilis Dinkes Sultra, kasus DBD terbanyak Sultra terdapat di Kota Kendari mencapai 159 kasus, ini harus ada langkah penanganan serius," kata Ketua DPRD Kota Kendari Abdul Rasak di Kendari, Kamis.
Ia mengatakan pemerintah daerah dan instansi terkait harus segera mengambil langkah secara optimal dalam penanganan serangan penyakit tersebut agar tidak meluas.
"Penanganan dalam jangka pendek, perlu kesiapsiagaan rumah sakit untuk menampung dan mengobati pasien, sehingga tidak berdampak lebih buruk lagi," ujarnya.
Menurut dia, untuk mencegah terjadinya korban yang lebih banyak, seluruh puskesmas atau rumah sakit memberikan perhatian khusus terhadap para pasien DBD supaya mereka dilayani secara baik dan cepat.
Anggota DPRD Kendari Samsudin Rahim mengatakan instansi terkait harus turun langsung ke masyarakat untuk melakukan sosialisasi penanganan DBD.
"Namun langkah ini menjadi kurang bermakna jika sikap masyarakat masih acuh tak acuh dengan lingkungannya sendiri. Karena lingkungan kotor akan memicu berkembangkan penyebab DBD," katanya.
Untuk itu, kata Samsuddin, jika seluruh masyarakat bergerak bersama melakukan pembersihan lingkungan maka perlahan namun pasti penularan penyakit itu bisa ditekan hingga seminimal mungkin.
Pewarta : Suparman
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
