
Brazil Dapat Bebas Visa Masuk Indonesia

Jakarta (Antara News) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan Brazil mendapat fasilitas bebas visa kunjungan ke Indonesia menyusul hubungan diplomatik yang membaik antara kedua negara.
Setelah kasus hukuman mati terhadap warga negara Brazil atas kasus narkoba beberapa waktu lalu, pemerintah negara samba itu menarik duta besarnya dari Indonesia sehingga menyebabkan hubungan diplomatik kedua negara sempat memanas.
"Kita ada sedikit masalah diplomatik, tapi tadi dilaporkan oleh Kementerian Luar Negeri bahwa (masalah itu) sudah selesai. Dubes Indonesia sudah diterima oleh Presiden Brazil. Maka sudah resmi, hubungan diplomatik kita sudah baik. Oleh karena itu kita bebaskan (visa kunjungan) untuk Brazil," kata Rizal seusai rapat koordinasi perkembangan pemberian bebas visa kunjungan di Kantor Kemenko Kemaritiman Jakarta, Senin.
Mantan Menko Perekonomian itu menyampaikan penambahan 84 negara dalam daftar negara penerima fasilitas bebas visa kunjungan ke Indonesia yang rencananya mulai diberlakukan pekan ini.
"Ada 84 negara baru yang hari ini kita putuskan untuk diberikan bebas visa, mulai efektif minggu ini," katanya.
Negara-negara baru yang mendapatkan fasilitas bebas visa kunjungan diantaranya Australia, Brazil, Ukraina, Kenya, Uzbekistan, Bangladesh, Kamerun, Palestina, Honduras, Pakistan dan Mongolia.
Kemudian Sierra Leone, Uruguay, Bosnia Herzegovina, Kosta Rika, Israel, Albania, Mozambik, Macedonia, El Salvador, Zambia, Moldova, Madagascar, Goergia, Namibia, Kiribati, Armenia, Bolivia, Bhutan, Guatemala, Mauritania dan Paraguay.
Rizal berharap, pemberian fasilitas bebas visa kunjungan ke Indonesia itu bisa mendorong kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanah Air. Kementerian Pariwisata sendiri menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara pada 2016 sebanyak 12 juta orang. Sedangkan pemerintah menargetkan kunjungan wisman mencapai 20 juta orang pada 2019 mendatang.
Pasalnya, dari pemberian fasilitas bebas visa kunjungan yang diberikan Oktober lalu kepada 47 negara diklaim telah mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan hingga 19 persen, jauh dari pertumbuhan normal yang mencapai 6 hingga 8 persen.
Dengan penambahan fasilitas bebas visa kepada 84 negara baru, maka pemerintah secara total telah memberikan fasilitas tersebut kepada 174 negara sepanjang 2015.
Pewarta : Ade Irma Junida
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
