Logo Header Antaranews Sultra

PT Vale gandeng Unhas dan relawan rehabiltasi pesisir Luwu Timur

Sabtu, 29 Agustus 2026 20:25 WIB
Image Print
PT Vale bersama Unhas dan relawan saat merehabiltasi pesisir Luwu Timur (ANTARA/HO-PT Vale)

Kendari (ANTARA) - PT Vale Indonesia Tbk bersama Universitas Hasanuddin (Unhas), Sorowako Diving Club, aktivis lingkungan, dan masyarakat menggelar aksi penanaman mangrove serta transplantasi lamun di kawasan Mangkasa Point, Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Aksi lingkungan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tersebut melibatkan sekitar 50 relawan yang terbagi dalam tiga fokus kegiatan, yakni penanaman mangrove, transplantasi lamun, dan aksi bersih pantai.

Head of External Relations PT Vale Indonesia Growth Project Sorowako Limonite (IGP Sorlim) Yusri Yunus menyampaikan bahwa pelestarian lingkungan merupakan bagian terpenting dari komitmen perusahaan dalam menerapkan praktik pertambangan berkelanjutan.

"Upaya pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan komitmen bersama agar langkah yang dilakukan hari ini memberikan dampak nyata bagi masa depan," ujar Yusri di Luwu Timur.

Ia menambahkan, rehabilitasi mangrove dan lamun bertujuan untuk mendukung keanekaragaman hayati, meningkatkan ketahanan pesisir dari ancaman abrasi, serta memperkuat mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan karbon alami.

Dalam aksi tersebut, sebanyak 50 bibit mangrove jenis Avicennia (api-api) ditanam di sepanjang pesisir Mangkasa Point. Selain itu, tim juga menanam 200 bibit lamun jenis Enhalus acoroides di perairan sekitar untuk memulihkan habitat biota laut.

Head of Sorowako Limonite Project Suharpiyu Wijaya menegaskan bahwa aspek keberlanjutan selalu menjadi fondasi dasar dalam setiap pengembangan proyek PT Vale.

"Langkah ini merupakan awal dari warisan positif yang ingin kami tinggalkan untuk masa depan. Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi pusat pembelajaran dan rujukan praktik pengelolaan lingkungan di tingkat nasional maupun internasional," kata Suharpiyu.

Sementara itu, perwakilan Puslit Sumberdaya Alam LPPM Universitas Hasanuddin St. Firjatih Widhah mengapresiasi langkah PT Vale yang memberikan perhatian khusus pada restorasi lamun, mengingat konservasi ekosistem tersebut memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi.

"Secara global, perhatian terhadap konservasi lamun masih relatif rendah, padahal kapasitas penyimpanan karbonnya sangat besar (blue carbon). Penanaman ini dilakukan berdasarkan kajian teknis agar memiliki tingkat keberhasilan tumbuh yang tinggi," jelas Firjatih.

Melalui sinergi dan pemantauan berkala bersama pemangku kepentingan, PT Vale berharap ekosistem pesisir Luwu Timur makin tangguh serta memberikan dampak ekonomi dan ekologis jangka panjang bagi masyarakat setempat.



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026