Logo Header Antaranews Sultra

Menag Buka Pertemuan 1.000 Tokoh Lintas Agama

Minggu, 15 November 2015 20:11 WIB
Image Print
Menag Lukman Hakim Syaifuddin, saat menerima penghargaan Muri atas terselenggaranya dialog lintas agama yang diikuti 1000 tokoh di Sultra, Minggu 15/11.(FOTO-ANTARA)

Kendari (Antara News) - Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Lukman Hakim Syaifuddin, Minggu membuka pertemuan 1.000 tokoh lintas agama se Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kendari.


Pada kesempatan membuka pertemuan 1.000 tokoh lintas agama yang akan berlangsung selama tiga hari itu, Menag Lukman Hakim mengatakan ada dua elemen penting yang menentukan baik buruknya kehidupan di muka bumi, yakni ulama dan umara.

"Bila kedua kedua elemen itu mengarahkan umat pada kebaikan, maka baik pulah kehidupan di muka bumi ini," katanya.

Sebaliknya, kata dia, jika kedua kedua elemen tersebut berperilaku buruk, maka buruk pulah kehidupan umat di muka ini.

Oleh karena itu kata dia, kedua elemen tersebut, ulama dan umara, memiliki tanggung jawab yang sangat penting dalam menentukan baik buruknya kehidupan umat beragama di muka bumi.

"Sepanjang kedua elemen tersebut mengajarkan atau mengarahkan umat kepada hal-hal kebajikan, maka menjadi kewajiban seluruh umat untuk mematahi atau menjalankan kebajikan itu," katanya.

Ia mengatakan, setiap pemeluk agama atau penganut keperayaan memiliki cara yang berbeda-beda dalam menjalankan ajaran agama atau kepercayaannya.

Namun ujarnya, setiap agama memiliki kesamaan dan pandangan yang sama dalam hal keburukan atau kejahatan.

"Semua agama tidak membenarkan umatnya untuk melakukan pencurian, berzina atau melakukan tindak kekerasan terhadap orang lain. Semua agama sama-sama melarang umatnya untuk berbuat keburukan-keburukan seperti itu," katanya.

Oleh karena itu kata dia, melalui pertemuan 1.000 tokoh lintas agama di daerah ini diharapkan dapat melahirkan kesepakatan antarumat beragama untuk bersama-sama menjaga, melindungi dan memelihara kerukunan antarumat beragama yang sudah terjalin dengan baik.

"Untuk alasan apa pun, tidak dibenarkan melakukan tindak kekerasan yang merugikan banyak pihak, bahkan sampai menelan korban jiwa seperti yang terjadi di Paris atau Libanon baru-baru ini," katanya.

Sementara itu, Gubernur Sultra, H Nur Alam saat memberikan sambutan mengatakan di negara ini ada dua kementerian yang sangat strategis dalam mengatasi berbagai persoalan bangsa, yakni Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Agama.

"Kementerian Dalam Negeri mengatur pemerintah hingga ke tingkat desa, sedangkan Kementerian Agama mengatur kehidupan seluruh umat beragama di negara ini," katanya.

Oleh karena itu, kalau kedua kementerian ini sudah menjalankan tugasnya dengan baik kata dia, maka semua urusan di negara ini boleh dibilang beres.

Sementara itu, Kakanwil Kenterian Agama Sultra, Muhammad Ali Irfan melaporkan bahwa pertemuan 1.000 tokoh lintas agama di Kendari itu selain diikuti oleh tokoh-tokoh agama, juga diikuti organisasi keagamaan, organisasi kepemudaan, mahasiswa, organisasi pers dan utusan sejumlah media di Kota Kendari.



Pewarta :
Editor: Abdul Azis Senong
COPYRIGHT © ANTARA 2026