Logo Header Antaranews Sultra

Pemprov Sulteng Antisipasi Dampak Kenaikan Harga BBM

Selasa, 11 November 2014 14:19 WIB
Image Print

Palu (Antara News) - Pemerintah Sulawesi Tengah mengantisipasi gejolak perekonomian sebagai dampak jelang penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan menyusun sejumlah strategi.

Asisten II Sekdaprov Sulawesi Tengah Bunga Elim Somba di Palu, Selasa, mengaku pihaknya telah memiliki hitungan tertentu terkait akan naiknya harga BBM.

"Kami sudah menantisipasi dengan Bank Indonesia apabila BBM naik Rp2.000 atau Rp3.000. Yang akan kita lakukan sudah jelas," katanya dalam diskusi yang dihelat Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Tengah.

Dia mengatakan kenaikan harga BBM tersebut bisa memicu meningkatnya inflasi karena harga-harga kebutuhan di masyarakat ikut naik.

Olehnya, dia berharap masyarakat tidak panik menyikapi kelangkaan BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) selama satu bulan terakhir.

Menurutnya, saat ini masyarakat panik sehingga mengantre berlama-lama di SPBU karena khawatir stok BBM akan habis.

"Pasokan masih ada, jadi beli saja sewajarnya," kata Asisten Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat ini.

Pemprov Sulawesi Tengah sudah minta Pertamina agar stok BBM di wilayahnya ditambah agar tidak terjadi kelangkaan yang menyengsarakan masyarakat.

Dia mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah berjalan pesat disertai banyaknya kendaraan yang beredar.

"Itu semua jelas membutuhkan BBM yang tidak sedikit. Kalau dengan jumlah pasokan saat ini kemungkinan besar masih akan terjadi antrean di SPBU," katanya.

Saat ini banyak terjadi antrean panjang pembeli BBM di SPBU hingga mencapai seratusan meter hingga mengganggu pengguna kendaraan lain yang melintas.

Kelangkaan BBM tersebut terkait stok pihak Pertamina yang tidak bertambah.

Elim Somba mengatakan kondisi serupa sebenarnya terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia, namun dia berharap masyarakat tidak panik menyikapi hal itu.

Sementara itu, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, polisi menempatkan sejumlah personel di SPBU yang dianggap rawan.

Polisi juga meningkatkan patroli untuk meminimalkan upaya penimbunan BBM bersubsidi oleh oknum petugas SPBU yang bekerja dengan masyarakat.

Beberapa waktu lalu aparat keamanan menggagalkan upaya penimbunan solar bersubsidi di SPBU yang berada di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Poso.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026