Logo Header Antaranews Sultra

Siswa Nekat Bergelantungan Nyeberang Sungai

Kamis, 21 November 2013 09:17 WIB
Image Print
Sejumlah siswa SMP sedang menyeberangi sungai dengan menggunakan jembatan tali besi di Kelurahan Balandete, Kolaka, Rabu. (FOTO ANTARA/Darwis Sarkani).
"Kami berharap pihak Pemerintah Kabupaten untuk segera memperbaiki jembatan itu karena sarana vital bagi masyarakat apalagi anak sekolah"

Kolaka (Antara News) - Sejumlah siswa sekolah menengah pertama (SMP) yang hendak ke sekolahnya nekat menyeberang sungai dengan cara bergelantungan ditali besi penyangga jembatan yang telah rusak.

Lurah Balandete, Syarifuddin. T, Kamis mengatakan, jembatan yang menghubungkan warga yang bermukim di Dusun Tepoe lingkungan III Kelurahan Balandete Kecamatan Kolaka dimanfaatkan oleh warga karena akses menuju kota sangat dekat.

"Jembatan itu sudah dua bulan rusak dan hanya tersisa tali besi penyangga sehingga anak-anak sekolah harus bergelantungan untuk menyeberangi jembatan itu menuju sekolah," katanya.

Menurutnya Sebelum dirinya menjabat sebagai Lurah di daerah itu, proyek perbaikan jembatan pernah dianggarkan sebesar Rp1 miliar namun sampai sekarang belum ada pekerjaan perbaikan itu. "Memang dulu sebelum saya menjabat kades pernah dianggarkan tapi sampai sekarang kami tidak tahu anggaran itu," ujar Syarifuddin.

Syarifuddin juga menjelaskan warga yang bermukim di dusun Tepoe sekitar 200 kepala keluarga sementara jembatan yang ada di daerah itu menjadi sarana vital karena sangat dekat dengan jantung Kota Kolaka. "Kami berharap pihak Pemerintah Kabupaten untuk segera memperbaiki jembatan itu karena sarana vital bagi masyarakat apalagi anak sekolah," ujarnya.

Ia menambahkan panjang jembatan dari bibir sungai berkisar 18 meter dengan lebar sungai sekitar lima meter. Jika aliran air sungai yang tidak terlalu deras, biasanya warga sekitar hanya menyeberangi sungai yang ketinggian airnya di atas mata kaki orang dewasa. "Kalau saat sekarang musim hujan arusnya sangat deras sehingga warga memilih menyeberang menggunakan tali besi jembatan," ujarnya.

Sementara Firman salah seorang siswa SMPN I Kolaka yang setiap hari menggunakan sarana itu mengatakan karena jembatan itu merupakan akses terdekat menuju ke sekolah. "Kami memang setiap hari lewat jembatan ini bersama beberapa siswa lainnya karena aksesnya sangat dekat dengan sekolah kami," katanya.



Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026