Logo Header Antaranews Sultra

Masyarakat Pesisir Perlu Pengetahuan Wisata Selam

Rabu, 18 Juli 2012 16:02 WIB
Image Print
Para penyelam dari dalam dan luar negeri ikut serta pada acara pengibaran bendera Merah Putih yang dilaksanakan di bawah laut Pulau Wakatobi pada 17 Agustus 2011. (Foto ANTARA/Zabur Karuru)
"Dengan memberikan bekal pengetahuan tentang wisata selam, sedikitnya ada keinginan untuk selalu mencintai dan menjaga kelestarian biota laut,"

Kendari (ANTARA News) - Pemerintah kabupaten di sejumlah daerah pesisir di Sulawesi Tenggara perlu mewacanakan pemberian pengetahuan mengenai wisata selam untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kelestarian laut di daerahnya.

Anggota DPRD Sultra Ryha Mady di Kendari, Rabu mengatakan selama ini masih sering dilaporkan adanya warga pesisir dan pulau-pulau kecil di Sulawesi Tenggara terkait dugaan penangkapan ikan dengan menggunakan cara-cara yang tidak ramah lingkungan, seperti menggunakan bahan peledak dan zat kimia lainnya.

"Dengan memberikan bekal pengetahuan tentang wisata selam, sedikitnya ada keinginan untuk selalu mencintai dan menjaga kelestarian biota laut," katanya.

Melalui pemberian pengetahuan mengenai wisata selam kepada warga pesisir dan pulau-pulau kecil itu diharapkan tidak ada lagi di antara mereka yang menangkap ikan dengan cara-cara yang merusak lingkungan itu, justru akan semakin meningkatkan kepedulian untuk menjaga kelestariannya.

Polistisi dari Partai Bintang Reformasi (PBR) Sultra itu mengatakan, warga pesisir dan pulau-pulau kecil yang harus mendapat pengetahuan mengenai wisata selam tersebut juga diharapkan nantinya bisa menjadi pemandu wisata selam pada sejumlah objek wisata selam di daerahnya, sehingga sekaligus memberikan sumber pekerjaan.

"Para wisatawan yang akan menikmati panorama bawah laut di sejumlah lokasi di wilayah pesisir seperti di Kabupaten Wakatobi, Buton, Kota Baubau, Muna dan bahkan di Kota Kendari sekalipun nantinya diharapkan tidak lagi kesulitan mencari pemandu wisata selam, karena sudah ada warga di sekitarnya yang siap menjadi pemandu," ujarnya.

arga pesisir dan pulau-pulau kecil di Sulawesi Tenggara yang diberi pengetahuan mengenai wisata selam tersebut, diprioritaskan pada daerah pesisir dan pulau-pulau kecil yang di sekitarnya memiliki potensi panorama bawah laut untuk lokasi wisata selam.

Ryha mengatakan kegiatan lainnya yang dilakukan pemerintah kabupaten kota untuk melestarikan lingkungan laut itu adalah merehabilitasi kawasan terumbu karang di daerah itu, baik yang diarahkan untuk lokasi wisata selam maupun tempat berkembangbiaknya ikan-ikan yang bernilai jual tinggi.

Selain itu pemkab/pemkot juga harus melakukan rehabilitasi pada sejumlah kawasan hutan bakau di daerah itu, bahkan ada sejumlah kawasan hutan bakau yang sekaligus dikembangkan menjadi kawasan wisata alam, seperti pulau Tapi-Tapi Kabupaten Muna, hutan bakau di Toronipa Kabupaten Konawe dan seluruh pesisir pantai yang ditumbihi bakau di Kabupatebn Wakatobi dan Buton. (ANT).



Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026