Logo Header Antaranews Sultra

Habitat Taman Buru Mata Osu Terancam

Kamis, 17 November 2011 14:56 WIB
Image Print
Direktur Eksekutif Walhi Sultra, Hartono (Foto ANTARA)
"Benar bahwa kawasan konservasi adalah tanggungjawab BKSDA tetapi tidak ada salahnya kalau pemerintah kabupaten/kota turut memberi perhatian agar pengawasan lebih optimal,

Kendari (ANTARA News) - Habitat Taman Buru Mata Osu yang berada pada Pemerintahan Kabupaten Kolaka dan Bombana terancam karena penyerobotan lahan perkebunan, pencurian kayu, rotan dan perburuan liar hewan rusa.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulawesi Tenggara (Sultra) Hartono di Kendari, Kamis, mengatakan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan pemerintah setempat tidak menjalin komunikasi yang baik dalam hal pengawasan kawasan konservasi Taman Buru Mata Osu.

"Benar bahwa kawasan konservasi adalah tanggungjawab BKSDA tetapi tidak ada salahnya kalau pemerintah kabupaten/kota turut memberi perhatian agar pengawasan lebih optimal," kata Hartono.

Berbagai permasalahan dalam kawasan konservasi baik pencurian kayu, rotan, penyerobotan lahan maupun perburuan liar harus ditangani lintas sektoral.

"Taman Buru Osu idealnya untuk lokasi wisata berburu bagi penggemarnya tetapi dilakukan secara terkoordinasi sesuai peraturan yang ada. Bukan seperti yang terjadi sejak beberapa tahun lalu yakni berburu rusa (Cervus timorensis) kemudian dagingnya dikomersilkan," katanya.

Selain mengancam habitat fauna yang ada di dalamnya juga aktivitas pencurian kayu dan rotan yang makin meningkat memicu merosotnya sumber air baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun keperluan pertanian.

Taman Buru Mata Osu seluas 7.233,7 hektare ditetapkan berdasarkan surat keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK 643/Kpts-II/1998.

Data BKSDA Sultra menyebutkan bahwa Taman Buru Mata Osu menyimpan potensi pariwisata menarik yakni pantai Pontura untuk menikmati pemandangan laut yang indah, berenang maupun memancing.

Taman Buru Mata Osu dapat dicapai melalui perjalanan darat dari Kendari-Kolaka-Pomalaa-Mata Osu sekitar 250 kilometer dengan waktu tempuh sekitar lima jam. (Ant).



Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026