Jakarta (ANTARA) - Terdapat berbagai peristiwa bidang ekonomi yang terjadi pada Rabu (20/5/2026) yang masih hangat dan relevan untuk disimak kembali pada Kamis pagi ini.
Beberapa di antaranya adalah mulai dari Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (SDA) hingga target jumlah talenta di bidang semikonduktor.
Berikut sajian rangkuman berita pilihan yang dapat disimak kembali hari ini.
Prabowo terbitkan PP Tata Kelola Ekspor, BUMN eksportir tunggal sawit
Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks MPR, DPR, DPD RI, Jakarta, Rabu, mengumumkan pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (SDA).
Dalam PP terbaru itu, Prabowo menyebut salah satu aturannya BUMN menjadi eksportir tunggal untuk komoditas minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi (ferro alloy).
Purbaya andalkan sektor swasta jadi mesin pertumbuhan ekonomi di 2027
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah akan mengoptimalkan kontribusi sektor swasta sebagai mesin pertumbuhan ekonomi guna mencapai target pertumbuhan 6,5 persen pada 2027.
Telkom tegaskan perbaikan tata kelola menyusul investigasi SEC
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menegaskan komitmen dalam perbaikan tata kelola (governance) menyusul investigasi yang dilakukan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (Securities and Exchange Commission/SEC).
Rosan sebut pembentukan DSI cegah potensi "uang gelap" pada ekspor SDA
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) dapat mencegah potensi “uang gelap” serta meningkatkan transparansi transaksi ekspor sumber daya alam (SDA) nasional.
Danantara targetkan bentuk 15 ribu talenta semikonduktor dalam 3 tahun
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menargetkan pengembangan 15 ribu talenta semikonduktor dalam tiga hingga lima tahun ke depan untuk mendukung pengembangan industri teknologi masa depan di Indonesia.