Kendari (ANTARA) - Puluhan warga Desa Langkea Raya ikut melaksanakan aksi bersih-bersih sisa tumpahan minyak yang diakibatkan oleh insiden pipa bocor di wilayah Kecamatan Towuti, Luwu Timur (Lutim), Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kepala Desa Langkea Raya Marianus saat dihubungi di Kendari, Jumat, mengatakan bahwa aksi bersih-bersih itu dilakukan oleh sekitar 25 orang warga desa. Pembersihan itu dipusatkan di perbatasan Desa Baruga dan Desa Langkea Raya dengan jarak sekitar 300 meter.

"Kalau di daerah saya itu bisa saya katakan tidak terlalu parah, karena kan cuma mengalir saya di sungai," kata Marianus.

Dia menyebutkan bahwa adapun untuk yang terparahnya ketika hujan turun, karena ada beberapa lokasi yang daerah rendah itu sekitar dua hingga empat meter paling jauh dari sungai terdampak banjir, sehingga mengakibatkan tumpahan minyak itu naik ke permukaan.

"Paling dua sampai tiga meter, paling jauh empat meter dari lokasinya itu yang di pinggir sungai," ujarnya.

Marianus mengungkapkan bahwa aksi bersih-bersih masyarakat itu juga disambut baik oleh perusahaan PT Vale yang memberikan bantuan ke mereka.

"Luar biasa, dia (masyarakat) bilang lumayan tambah penghasilan," ungkap Marianus.

Ia juga mengapresiasi PT Vale yang para petinggi perusahaan datang langsung untuk melihat insiden kebocoran pipa di wilayah mereka.

"Dengan adanya pipa bocor ini, semua elemen dari masyarakat, pemerintah, kemudian petinggi-petinggi dari PT Vale ini semua turun bekerja sama untuk menyelesaikan ini masalah limbah. Ini juga bentuk tanggungjawab dari perusahaan terhadap lingkungan," jelasnya.

Marianus berharap kepada PT Vale agar bisa terus beroperasi demi menghidupi masyarakat, khususnya di empat wilayah pemberdayaan. Sebab, dengan beroperasinya perusahaan itu bisa menyerap tenaga kerja lokal yang besar.

"Perekonomian untuk daerah kami secara khususnya. Apalagi kan daerah kami ini cocoknya untuk daerah pertambangan sama perdagangan," tambahnya.