KemenPPPA: Pemerintah komitmen cegah TPPO
Kamis, 14 November 2024 22:30 WIB
Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Ratna Susianawati (tengah) dalam Rapat Koordinasi Sub Gugus Tugas Pencegahan TPPO, di Jakarta. ANTARA/HO-KemenPPPA
Jakarta (ANTARA) - Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Ratna Susianawati mengatakan pemerintah terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) hingga ke akar rumput.
"TPPO masih menjadi permasalahan serius yang dihadapi oleh banyak negara di dunia, termasuk Indonesia. TPPO tidak hanya terkait dengan eksploitasi orang ke luar negeri, tetapi juga bisa terjadi di dalam negeri," kata Ratna saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Hal itu dikatakannya dalam Rapat Koordinasi Sub Gugus Tugas Pencegahan TPPO.
Ratna Susianawati mengatakan saat ini perempuan dan anak masih menjadi kelompok yang rentan menjadi korban TPPO.
Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA), 51 persen korban TPPO yang terlaporkan adalah anak-anak (1.156 orang), 47 persen perempuan dewasa (1.073 orang), dan 2 persen lainnya laki-laki dewasa (46 orang).
"Eksploitasi seksual dan pekerja anak merupakan salah satu bentuk TPPO di dalam negeri, seperti merekrut dari desa-desa dan diiming-iming bekerja di kota dengan gaji besar, tetapi mereka justru dieksploitasi dan diperdagangkan," kata Ratna.
Sementara Kasatreskrim Polresta Bandara Soekarno Hatta, Reza Pahlevi, mengatakan kepolisian telah rutin melakukan patroli siber dalam upaya menangani kasus TPPO.
Namun demikian, pihaknya menghadapi beberapa tantangan, seperti sulitnya memblokir situs sindikat TPPO berskala besar.
"Pihak kepolisian sudah mengantongi beberapa nama sindikat, tetapi kedudukan mereka ada di luar Indonesia. Kami sudah berkoordinasi dengan Interpol terkait pencekalan mereka,” kata Reza Pahlevi.
"TPPO masih menjadi permasalahan serius yang dihadapi oleh banyak negara di dunia, termasuk Indonesia. TPPO tidak hanya terkait dengan eksploitasi orang ke luar negeri, tetapi juga bisa terjadi di dalam negeri," kata Ratna saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Hal itu dikatakannya dalam Rapat Koordinasi Sub Gugus Tugas Pencegahan TPPO.
Ratna Susianawati mengatakan saat ini perempuan dan anak masih menjadi kelompok yang rentan menjadi korban TPPO.
Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA), 51 persen korban TPPO yang terlaporkan adalah anak-anak (1.156 orang), 47 persen perempuan dewasa (1.073 orang), dan 2 persen lainnya laki-laki dewasa (46 orang).
"Eksploitasi seksual dan pekerja anak merupakan salah satu bentuk TPPO di dalam negeri, seperti merekrut dari desa-desa dan diiming-iming bekerja di kota dengan gaji besar, tetapi mereka justru dieksploitasi dan diperdagangkan," kata Ratna.
Sementara Kasatreskrim Polresta Bandara Soekarno Hatta, Reza Pahlevi, mengatakan kepolisian telah rutin melakukan patroli siber dalam upaya menangani kasus TPPO.
Namun demikian, pihaknya menghadapi beberapa tantangan, seperti sulitnya memblokir situs sindikat TPPO berskala besar.
"Pihak kepolisian sudah mengantongi beberapa nama sindikat, tetapi kedudukan mereka ada di luar Indonesia. Kami sudah berkoordinasi dengan Interpol terkait pencekalan mereka,” kata Reza Pahlevi.
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor : Sarjono
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Imigrasi Sultra perkuat sinergi dengan camat se-Kendari tekankan pencegahan TPPO/TPPM
18 May 2026 17:25 WIB
Kementerian PPPA kerjasama Pemkab Nunukan-Kaltara perkuat sinergi cegah TPPO
08 June 2024 18:04 WIB, 2024
Imigrasi Wakatobi sosialisasi pencegahan TPPO di Pulau Kaledupa Sultra
06 September 2023 13:46 WIB, 2023
Imigrasi Baubau tolak 66 pemohon paspor nonprosedural guna mencegah TPPO
17 July 2023 20:05 WIB, 2023
Satreskrim Polres Konawe usut dugaan TPPO TKW asal Konawe korban kekerasan di Oman
21 January 2026 15:05 WIB
Menko Budi Gunawan: Korban penipuan daring di Myawaddy alami penyiksaan
18 March 2025 12:55 WIB, 2025
Terpopuler - Nasional
Lihat Juga
Presiden Prabowo ingin wujudkan hukum adil dan kesejahteraan dirasakan seluruh rakyat
20 May 2026 12:09 WIB
Menkomdigi tegaskan tidak ada transfer data penduduk Indonesia ke Amerika Serikat
18 May 2026 13:24 WIB
Presiden Prabowo sebut pengadaan alutsista tonggak penguatan pertahanan nasional
18 May 2026 11:21 WIB