Bawaslu gelar pelatihan penulisan berita dan konten Pemilu 2024
Kamis, 14 November 2024 4:17 WIB
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Tenggara bekerja sama dengan PWI dan IJTI menggelar pelatihan penulisan berita dan konten menjelang Pilkada serentak 2024 di Kendari, Rabu. (Antara/Ahimsah Krisna M)
Kendari (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Tenggara bekerja sama dengan PWI dan IJTI menggelar pelatihan penulisan berita dan konten menjelang Pilkada serentak 2024 di Kendari, Rabu.
Pelatihan yang diikuti 46 orang dari berbagai media cetak, televisi, dan online di Sultra tersebut bertujuan meningkatkan kinerja pengelolaan Kehumasan terkait pemberitaan , penulisan berita , teknik pembuatan vidio konten serta pengambilan gambar.
Melalui pelatihan ini wartawan diharapkan mampu mempublikasikan setiap kegiatan serta memberikan informasi kepada masyarakat terkait pengawasan pemilihan yang di lakukan Bawaslu Sulawesi Tenggara.
Ketua Bawaslu Sulawesi Tenggara, Iwan Rompo Banne mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu untuk membangun kemitraan yang kuat dengan media.
Menurutnya, peran jurnalis sangat penting dalam menginformasikan proses Pemilu yang transparan dan adil kepada masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses pengawasan Pilkada disampaikan kepada publik dengan akurat dan tepat waktu. Dukungan media sangat penting dalam menjaga integritas pemilu,” ujarnya.
Dalam pelatihan ini, para peserta juga diberikan materi mengenai teknik pengambilan gambar dan penyusunan konten video yang efektif.
Tujuannya agar para jurnalis dan kreator konten mampu memproduksi video yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mengandung informasi yang edukatif tentang tahapan dan proses pengawasan Pilkada. Ini diharapkan dapat membantu masyarakat lebih memahami peran Bawaslu dalam menjaga transparansi pemilu.
Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 13- 15 November 2024, dengan diadakan dua kegiatan pelatihan terkait penulisan berita dan teknis vidio konten serta dokumentasi dan perjanjian kerjasama antara Bawaslu Republik Indonesia, KPU Republik Indonesia dan Dewan Pers.
"Berhubung Dewan Pers hanya ada di tingkat pusat, maka untuk di tingkat kabupaten dan provinsi, kita bekerja sama dengan konstituen dewan pers di daerah, yakni Persatuan Wartawan Indonesia( PWI), Aliansi Jurnalis Independen ( AJI) , Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia ( IJTI) dan Penyiaran Indonesia Daerah (KPID)," katanya.
Ia mengatakan, dengan diadakan pelatihan ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang lebih kuat antara Bawaslu dan media, sehingga pengawasan Pilkada 2024 di Sultra dapat berjalan dengan lebih baik.
"Dukungan wartawan yang terlatih, diharapkan informasi tentang pengawasan Pilkada dapat disebarluaskan dengan lebih transparan dan tepat sasaran, mendukung pemilu yang bersih dan jujur di Provinsi Sulawesi Tenggara," katanya.
Pelatihan yang diikuti 46 orang dari berbagai media cetak, televisi, dan online di Sultra tersebut bertujuan meningkatkan kinerja pengelolaan Kehumasan terkait pemberitaan , penulisan berita , teknik pembuatan vidio konten serta pengambilan gambar.
Melalui pelatihan ini wartawan diharapkan mampu mempublikasikan setiap kegiatan serta memberikan informasi kepada masyarakat terkait pengawasan pemilihan yang di lakukan Bawaslu Sulawesi Tenggara.
Ketua Bawaslu Sulawesi Tenggara, Iwan Rompo Banne mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu untuk membangun kemitraan yang kuat dengan media.
Menurutnya, peran jurnalis sangat penting dalam menginformasikan proses Pemilu yang transparan dan adil kepada masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses pengawasan Pilkada disampaikan kepada publik dengan akurat dan tepat waktu. Dukungan media sangat penting dalam menjaga integritas pemilu,” ujarnya.
Dalam pelatihan ini, para peserta juga diberikan materi mengenai teknik pengambilan gambar dan penyusunan konten video yang efektif.
Tujuannya agar para jurnalis dan kreator konten mampu memproduksi video yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mengandung informasi yang edukatif tentang tahapan dan proses pengawasan Pilkada. Ini diharapkan dapat membantu masyarakat lebih memahami peran Bawaslu dalam menjaga transparansi pemilu.
Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 13- 15 November 2024, dengan diadakan dua kegiatan pelatihan terkait penulisan berita dan teknis vidio konten serta dokumentasi dan perjanjian kerjasama antara Bawaslu Republik Indonesia, KPU Republik Indonesia dan Dewan Pers.
"Berhubung Dewan Pers hanya ada di tingkat pusat, maka untuk di tingkat kabupaten dan provinsi, kita bekerja sama dengan konstituen dewan pers di daerah, yakni Persatuan Wartawan Indonesia( PWI), Aliansi Jurnalis Independen ( AJI) , Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia ( IJTI) dan Penyiaran Indonesia Daerah (KPID)," katanya.
Ia mengatakan, dengan diadakan pelatihan ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang lebih kuat antara Bawaslu dan media, sehingga pengawasan Pilkada 2024 di Sultra dapat berjalan dengan lebih baik.
"Dukungan wartawan yang terlatih, diharapkan informasi tentang pengawasan Pilkada dapat disebarluaskan dengan lebih transparan dan tepat sasaran, mendukung pemilu yang bersih dan jujur di Provinsi Sulawesi Tenggara," katanya.
Pewarta : Sarjono/Ahimza Krusna M
Editor : Abdul Azis Senong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PWI Kolaka bersama PT Vale gelar workshop literasi media bagi aparat desa di Kolaka
23 December 2025 16:33 WIB
Gubernur Jatim Khofifah anugerahkan Lencana Jer Basuki Mawa Beya kepada Akhmad Munir
12 October 2025 16:22 WIB
Ketua PWI terpilih Akhmad Munir tetapkan susunan kepengurusan periode 2025-2030
16 September 2025 16:31 WIB
Terpopuler - Bawaslu
Lihat Juga
Pj Gubernur: ASN harus netral di Pilkada Sultra 2024, hasil Rakornis Bawaslu
18 September 2024 4:48 WIB, 2024
Bawaslu Sultra tetap lakukan pengawasan pilkada meskipun Pemilu 2024 usai
01 April 2024 17:39 WIB, 2024
Bawaslu Kendari patroli serangan fajar jelang pencoblosan Pemilu 2024
13 February 2024 8:27 WIB, 2024