Investor asing uji coba pengolahan nikel ore jadi matte di Kendari
Jumat, 17 Mei 2024 13:57 WIB
Proses uji coba pengolahan nikel ore menjadi nikel matte. (Antara/La Ode Muh Deden Saputra)
Kendari (ANTARA) - Investor asing asal Korea Selatan melakukan uji coba pengolahan bahan baku nikel ore menjadi nikel matte di salah satu perusahaan di Kota Kendari, yakni Abeli Hybrid Center.
Uji coba yang dilaksanakan oleh PT Konawe Bangkit Perkasa dan PT Tanjung Indah Buton itu dalam rangka rencana kerjasama investasi, bersama salah satu perusahaan ternama di Korea Selatan.
Direktur Perusahaan Alman Susmanto di Kendari, Jumat, mengatakan bahwa target proyek ini membutuhkan bahan baku nikel ore sekitar dua juta metrik ton (MT) per tahun.
"Kami target juga untuk hasilnya yaitu sekitar 45 ribu ton nikel matte, dengan nilai awal investasi 250 milion dollar," katanya.
Ia menyebutkan bahwa dalam teknologi ini digunakan adalah model shaft furnace dan abeli hybrid converter yang merupakan pengembangan teknologi karya engineering dan staff ahli perusahaan.
Selain itu modifikasi teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) yang akan menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). Proses dan teknologi ini, menggunakan bahan baku nikel ore dengan kadar nikel Ore Ni ≥ 1,5 persen.
Olehnya itu, Alman mengatakan pihaknya terus mendorong percepatan proyek, termasuk kelengkapan proses perijinan dan pendukungnya.
Rencananya proyek smelter nikel PT Konawe Bangkit Perkasa akan dibangun pada kawasan industri Indonesia Kurolabu Industrial Park (IKIP), yang nantinya akan dikelola oleh PT Tanjung Indah Buton, di Buton Utara.
‘’Kami menyambut baik rencana kerjasama investasi ini, dan kami juga berkomitmen agar proyek ini selalu memperhatikan aspek lingkungan, sosial masyarakat dan dapat menyerap tenaga kerja lokal seoptimal mungkin," terangnya.
"Sehingga dengan memperhatikan beberapa aspek ke depannya dapat mendorong peningkatan pembangunan ekonomi di daerah dan nasional, khususnya di Buton Utara, " tambah Alman.
Sementara itu, Bupati Buton Utara Ridwan Zakariah mengatakan Pemda sangat mendukung dengan adanya pembangunan pabrik nikel.
Menurutnya, uji coba ini untuk melihat kelayakan dari sisi teknis dan ekonomisnya dalam proses pengolahan nikel ore menjadi nikel matte.
"Untuk itu, investor dari Korea Selatan meninjau langsung kelayakan dari pengolahan nikel ini," ujarnya.
Ridwan berharap melalui peninjauan investor Korea ini, semuanya dapat dikatakan layak dari sisi teknis dan ekonomisnya, sehingga bakal segera di bangun industrinya di Buton Utara.
"Kalau sudah layak maka realisasinya nantinya akan dibangun tujuh tungku dengan kapasitas yang lebih besar di Buton Utara," jelasnya.
Uji coba yang dilaksanakan oleh PT Konawe Bangkit Perkasa dan PT Tanjung Indah Buton itu dalam rangka rencana kerjasama investasi, bersama salah satu perusahaan ternama di Korea Selatan.
Direktur Perusahaan Alman Susmanto di Kendari, Jumat, mengatakan bahwa target proyek ini membutuhkan bahan baku nikel ore sekitar dua juta metrik ton (MT) per tahun.
"Kami target juga untuk hasilnya yaitu sekitar 45 ribu ton nikel matte, dengan nilai awal investasi 250 milion dollar," katanya.
Ia menyebutkan bahwa dalam teknologi ini digunakan adalah model shaft furnace dan abeli hybrid converter yang merupakan pengembangan teknologi karya engineering dan staff ahli perusahaan.
Selain itu modifikasi teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) yang akan menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). Proses dan teknologi ini, menggunakan bahan baku nikel ore dengan kadar nikel Ore Ni ≥ 1,5 persen.
Olehnya itu, Alman mengatakan pihaknya terus mendorong percepatan proyek, termasuk kelengkapan proses perijinan dan pendukungnya.
Rencananya proyek smelter nikel PT Konawe Bangkit Perkasa akan dibangun pada kawasan industri Indonesia Kurolabu Industrial Park (IKIP), yang nantinya akan dikelola oleh PT Tanjung Indah Buton, di Buton Utara.
‘’Kami menyambut baik rencana kerjasama investasi ini, dan kami juga berkomitmen agar proyek ini selalu memperhatikan aspek lingkungan, sosial masyarakat dan dapat menyerap tenaga kerja lokal seoptimal mungkin," terangnya.
"Sehingga dengan memperhatikan beberapa aspek ke depannya dapat mendorong peningkatan pembangunan ekonomi di daerah dan nasional, khususnya di Buton Utara, " tambah Alman.
Sementara itu, Bupati Buton Utara Ridwan Zakariah mengatakan Pemda sangat mendukung dengan adanya pembangunan pabrik nikel.
Menurutnya, uji coba ini untuk melihat kelayakan dari sisi teknis dan ekonomisnya dalam proses pengolahan nikel ore menjadi nikel matte.
"Untuk itu, investor dari Korea Selatan meninjau langsung kelayakan dari pengolahan nikel ini," ujarnya.
Ridwan berharap melalui peninjauan investor Korea ini, semuanya dapat dikatakan layak dari sisi teknis dan ekonomisnya, sehingga bakal segera di bangun industrinya di Buton Utara.
"Kalau sudah layak maka realisasinya nantinya akan dibangun tujuh tungku dengan kapasitas yang lebih besar di Buton Utara," jelasnya.
Pewarta : La Ode Muh. Deden Saputra
Editor : Abdul Azis Senong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPBD kerahkan personel evakuasi warga terdampak banjir luapan Kali Wanggu di Kendari
10 May 2026 14:04 WIB
PDAM distribusi air bersih untuk 126 KK terdampak banjir luapan Kali Wanggu di Kendari
09 May 2026 21:00 WIB
Imigrasi tingkatkan pengawasan oranga asing lewat pembentukan Timpora di Bombana
09 May 2026 12:16 WIB
Terpopuler - Kota Kendari
Lihat Juga
BPBD kerahkan personel evakuasi warga terdampak banjir luapan Kali Wanggu di Kendari
10 May 2026 14:04 WIB
PDAM distribusi air bersih untuk 126 KK terdampak banjir luapan Kali Wanggu di Kendari
09 May 2026 21:00 WIB
Pemkab Kolaka beri penghargaan PT Vale dalam intervensi keluarga berisiko stunting
20 April 2026 13:24 WIB