Dinkes Kendari lakukan pengasapan di 105 titik
Kamis, 18 Januari 2024 18:58 WIB
Petugas Dinkes Kendari melakukan pengasapan atau fogging di sejumlah titik di Kota Kendari untuk memberantas sarang nyamuk. (ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)
Kendari (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan pengasapan atau fogging di 105 titik di Kota Kendari untuk memberantas nyamuk penyebab demam berdarah dengue.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kendari Elfi saat ditemui di Kendari, Kamis, mengatakan bahwa pengasapan itu di sejumlah titik yang terdapat kasus demam berdarah dengue (DBD).
"Proses pengasapan ini hampir merata di seluruh kecamatan di Kota Kendari, dengan pengasapan terbanyak dilakukan di Kecamatan Baruga sebanyak 26 titik, disusul Kecamatan Kendati Barat 19 titik, dan Kecamatan Wuawua 11 titik," kata Elfi.
Dia menyebutkan bahwa pengasapan yang dilakukan harus memenuhi persyaratan, karena fogging bukan merupakan cara untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.
"Fogging hanya pada wilayah dengan kasus demam berdarah, dan hanya dilakukan setelah penyelidikan epidemiologi untuk memastikan bahwa kasus tersebut disebabkan oleh virus dengue. Selain itu," ujarnya.
Pengasapan juga hanya dilakukan jika angka bebas jentik di wilayah tersebut kurang dari 95 persen, yang berarti masih terdapat potensi penularan DBD.
Elfi juga menyampaikan bahwa terkait dengan meningkatnya kasus DBD pada Januari 2024 in, Dinkes Kendari terus mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan upaya "3M plus"
"3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, dan mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya juga meminta seluruh masyarakat untuk menjadi duta pencegahan DBD, minimal dimulai dengan lingkungan dan rumah sendiri. Sebab, jika sudah memulai dengan menjamin bahwa lingkungan atau rumah sudah tidak ada tempat berkembang biak nyamuk, maka akan terhindar dari penyakit DBD.
Dia juga meminta seluruh masyarakat yang mengalami gejala terkena penyakit DBD, agar segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Ciri-ciri orang yang terkena serangan DBD, antara lain demam yang berkepanjangan, demam yang disertai nyeri bagian kepala, terdapat bintik-bintik merah di kulit, serta sering mual, dan muntah saat sakit demam," tambahnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kendari Elfi saat ditemui di Kendari, Kamis, mengatakan bahwa pengasapan itu di sejumlah titik yang terdapat kasus demam berdarah dengue (DBD).
"Proses pengasapan ini hampir merata di seluruh kecamatan di Kota Kendari, dengan pengasapan terbanyak dilakukan di Kecamatan Baruga sebanyak 26 titik, disusul Kecamatan Kendati Barat 19 titik, dan Kecamatan Wuawua 11 titik," kata Elfi.
Dia menyebutkan bahwa pengasapan yang dilakukan harus memenuhi persyaratan, karena fogging bukan merupakan cara untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.
"Fogging hanya pada wilayah dengan kasus demam berdarah, dan hanya dilakukan setelah penyelidikan epidemiologi untuk memastikan bahwa kasus tersebut disebabkan oleh virus dengue. Selain itu," ujarnya.
Pengasapan juga hanya dilakukan jika angka bebas jentik di wilayah tersebut kurang dari 95 persen, yang berarti masih terdapat potensi penularan DBD.
Elfi juga menyampaikan bahwa terkait dengan meningkatnya kasus DBD pada Januari 2024 in, Dinkes Kendari terus mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan upaya "3M plus"
"3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, dan mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya juga meminta seluruh masyarakat untuk menjadi duta pencegahan DBD, minimal dimulai dengan lingkungan dan rumah sendiri. Sebab, jika sudah memulai dengan menjamin bahwa lingkungan atau rumah sudah tidak ada tempat berkembang biak nyamuk, maka akan terhindar dari penyakit DBD.
Dia juga meminta seluruh masyarakat yang mengalami gejala terkena penyakit DBD, agar segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Ciri-ciri orang yang terkena serangan DBD, antara lain demam yang berkepanjangan, demam yang disertai nyeri bagian kepala, terdapat bintik-bintik merah di kulit, serta sering mual, dan muntah saat sakit demam," tambahnya.
Pewarta : La Ode Muh. Deden Saputra
Editor : Zabur Karuru
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Peneliti: Nyamuk ber-Wolbachia dapat kurangi peningkatan bahaya sampai 30 tahun
12 November 2024 8:17 WIB, 2024
Basmi jentik nyamuk hingga halau stress, ini manfaat pelihara ikan hias
03 August 2020 11:56 WIB, 2020
Terpopuler - Kota Kendari
Lihat Juga
Pemkot Kendari harapkan TMMD perkuat nilai sosial dan kualitas bermasyarakat
10 February 2026 14:45 WIB
Polda tahan tersangka baru terkait kasus kekerasan terhadap polisi di Kendari
07 February 2026 17:19 WIB
Pemkot Kendari salurkan kartu BPJS Ketenagakerjaan ke 1.500 pekerja informal
14 January 2026 18:01 WIB