Kendari (ANTARA) - Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menanggapi keluhan sejumlah pedagang ayam potong di pasar tradisional yang mengaku stok dibatasi akibat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Siska, stok ayam potong di Kota Kendari sebenarnya tidak dibatasi, melainkan jumlah pasokan yang masuk memang berkurang.
“Menurut saya sebenarnya itu tidak dibatasi tetapi memang stok yang masuk di Kota Kendari berkurang,” ujarnya Siska saat memberikan keterangan di Kantor Balai Kota Kendari, Senin (12/1).
Ia menjelaskan, tingginya permintaan masyarakat terhadap ayam potong di Kota Lulo menjadi salah satu faktor berkurangnya ketersediaan.
Siska menegaskan belum menerima laporan resmi terkait dugaan bahwa program MBG menjadi pemicu berkurangnya stok ayam broiler.
“Insya Allah nanti kita follow up. Saya belum tahu pasti, saya belum dapat informasinya seperti apa, karena faktor apa,” katanya.
Sebelumnya, harga ayam potong di Kendari melonjak hingga Rp70 ribu per ekor. Para pedagang menyebut kenaikan harga bukan dipicu momen Natal dan Tahun Baru, melainkan karena pasokan ayam broiler yang terbatas.
Surya salah seorang pedagang menyebutkan dari semula bisa memperoleh 300 ekor sekali transaksi, kini pedagang hanya mampu membeli maksimal 150 ekor. Harga per kilogram pun naik dari Rp27 ribu menjadi Rp30 ribu–Rp35 ribu.
"Kami menduga pembatasan jumlah pembelian ayam berkaitan dengan program MBG yang menyerap komoditas dalam jumlah besar melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Karena selain ayam, kebutuhan telur, beras, dan bawang juga meningkat untuk mendukung program tersebut." uangkapnya
Dia mengatakan sejumlah pedagang berharap pemerintah kota maupun provinsi segera mencari solusi agar pasokan kembali stabil.
Bahkan, mereka mengusulkan agar SPPG memiliki peternakan ayam broiler sendiri untuk memenuhi kebutuhan program tanpa mengganggu pasokan di pasar tradisional.
"Kami rasa sebaiknya SPPG memiliki peternakan ayam sendiri, sehingga permintaan mereka tidak mengganggu pasokan di pasar tradisional" tuturnya

