Kendari (ANTARA) - Kepala Kepolisian Resor Kota Kendari Kombes Pol Muhammad Eka Fathurrahman minta masyarakat agar bijak menggunakan media sosial dan menjauhi isu-isu provokatif.

"Kalau dalam bahasa Indonesia diartikan ujaran kebencian. Ujaran kebencian sekarang ini ngetren di dunia sosial media dan melalui internet. Ujaran kebencian jarang ditampakkan di dalam dunia nyata, jadi ujaran kebencian menggunakan media internet atau media siber," katanya, di Kendari Jumat.

Ia mengatakan pihaknya jelang pemilu menemukan beberapa akun media sosial yang mengarah isu-isu negatif yang digunakan oknum tertentu.

"Mendekati pilkada ataupun pemilu ini belum banyak, namun sudah ada melalui platform TikTok, aplikasi Instagram, dan Facebook dimanfaatkan perorangan atau kelompok," ujar Eka Fathurrahman.

Polresta Kendari minta masyarakat menggunakan media sosial dengan baik dan tidak membuat atau memojokkan kelompok serta orang tertentu.

Ia meminta masyarakat apabila merasa dirugikan dengan aktivitas media sosial seseorang agar segera melaporkan kepada kepolisian .

"Namun apabila terjadi ada orang yang merasa dirugikan akibat adanya promosi tanda kutip, penjualan ataupun mengiklankan, mengkampanyekan dalam kegiatan pemilu, maka kami persilakan masyarakat melaporkan," sebutnya.

Dia menegaskan bahwa pihaknya akan menindak oknum-oknum yang menyalahgunakan media sosial mereka untuk menjadikan sarana membuat isu-isu provokatif, menyerang pribadi, dan kelompok masyarakat lainnya.

"Jika sudah ada  yang merugikan orang lain silakan membuat laporan kepada pihak kepolisian, kami akan melakukan upaya penegakan hukum," jelasnya.

Eka Fathurrahman menyebutkan bahwa pihaknya melakukan patroli siber untuk mencegah terjadinya kejahatan dunia maya dan terjadinya konflik buntut media sosial tersebut.

"Jika ditemukan hal-hal yang kira-kira sifatnya provokatif, maka secepatnya kami lakukan upaya penegakan hukum," ungkapnya.

Mantan Direktur Resnarkoba Polda Sultra itu menjelaskan bahwa pihaknya telah memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menggunakan media sosial yang sehat.

 

Pewarta : La Ode Muh. Deden Saputra
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024