Jakarta (ANTARA) - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan mengatakan Helikopter Polairud tipe NBO 105 dengan nomor register P-1103 dinyatakan jatuh di Perairan Belitung Timur karena cuaca.

“Kami menyimpulkan sementara helikopter jatuh karena cuaca di perairan Manggar Belitung,” kata Ramadhan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin.

Kesimpulan ini berdasarkan dari perkembangan pencarian dan temuan-temuan yang berhasil diperoleh Tim SAR dan masyarakat di lapangan.  

Ia menyebutkan, setelah helikopter yang membawa empat kru anggota Polri itu hilang kontak pada Minggu siang (27/11) pukul 13.45 WIB, dari hasil pencarian yang dilakukan ditemukan sejumlah material dari kendaraan besi tersebut.  

Pada pukul 20.30 WIB salah seorang nelayan melaporkan telah ditemukan sandaran kursi penumpang helikopter di Perairan Manggar Belitung dekat pantai.

“Dengan temuan tersebut fokus pencarian diarahkan di perairan Manggar Belitung,” ujar Ramadhan.  

Kemudian, lanjut dia, pagi tadi pukul 07.58 WIB, tim pencarian melaporkan telah menemukan satu jenazah yang diduga salah satu kru dari helikopter milik Polairud tersebut.

“Identitas masih akan diperiksa karena sementara masih proses evakuasi,” ujarnya.

Mantan Kabagpenum Divisi Humas Polri itu mengatakan pencarian masih terus dilakukan oleh Tim SAR dari Ditpolairud dibantu Basarnas, TNI AU, dan Polda Bangka Belitung.

Pencarian dipantau langsung oleh Kabaharkam, Kepala Korps Polairud, Karo Binmas dan Ditpolairur Polri.

Diberitakan sebelumnya, pada Minggu (27/11), terdapat dua helikopter Polairud Polri yang melakukan penerbangan dari Palangkaraya menuju Pangkalan Bun, yakni Helikopter nomor register P-1103 dan P-1113.

Kedua helikopter masing-masing membawa empat kru, yakni kru helikopter P-1103, AKP Arif Rahman, Briptu Lasminto, Aipda Joko M dan Bripda Muhammad Khoirul Anam.

Sedangkan kru helikopter P-1113 adalah AKP Togu, IPDA Rexy Subroto, Bripka Soleh dan Bripda Erwin.

Kedua helikopter dalam kondisi layak terbang. Saat melakukan penerbangan melewati cuaca buruk, di mana kapten pilot helikopter P-1113 mengambil keputusan untuk naik ke ketinggian 5.000 kaki. Dan kapten pilot helikopter P-1103 mengambil keputusan untuk turun menuju ketinggian 3.500 kaki.

Posisi dipukul 14.24 WIB, kapten pilot heli P-1113 berusaha memanggil kru helikopter P-1103 melalui frekuensi radio helikopter namun tidak ada jawaban.

Kemudian pukul 14.24 WIB, kapten pilot helikopter P-1113 setelah mendarat di Bandara Tanjung Pandang mengecek posisi helikopter P-1103 di menara pemantau, sudah tidak terlihat.

Berdasarkan data dari Tim SAR gabungan, identitas satu jenazah yang ditemukan pagi tadi, atas nama Bripda Muhammad Khoirul Anam, selaku teknisi pelaksana Ditpoludara. Posisi jenazah ditemukan di Pantai Burung Mandi Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.


Baca juga: Polri berupaya mencari helikopter hilang kontak di Belitung Timur

Ilustrasi, Kapal patroli Polda Kepulauan Babel mencari korban helikopter Polri yang jatuh di Perairan Belitung Timur. (Humas)


Evakuasi Jenazah


Tim SAR Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengevakuasi jenazah Bripda Anam yang merupakan satu dari empat korban kecelakaan Helikopter Tipe NBO-105 milik Polri ke RSUD Manggar Kabupaten Belitung Timur, Senin.

"Saat ini jenazah Bripda Anam sudah dievakuasi di RSUD Manggar untuk dilakukan penanganan lebih lanjut," kata Kabid Humas Polda Kepulauan Babel Kombes Maladi di Pangkalpinang.

Ia mengatakan Helikopter Tipe NBO-105 milik Polri dengan nomor registrasi P-1103 yang nahas itu membawa empat anggota Polri, yaitu AKP Arif Rahman Saleh merupakan pilot helikopter, Briptu Lasminto, Aipda Joko M, dan Bripda Anam.

"Saat ini Tim SAR Gabungan Basarnas, TNI, Polri, dan masyarakat nelayan terus melakukan pencarian tiga anggota Polri korban kecelakaan helikopter ini," ujarnya.

Ia menyatakan Bripda Anam ditemukan di Pantai Burung Mandi Kabupaten Belitung Timur pada Senin pagi.

"Informasi selanjutnya akan kami sampaikan, apakah jenazah korban ini akan diterbangkan ke Kalimantan Tengah atau gimana, nanti akan diinformasikan lagi," katanya.

Ia menambahkan laporan Kantor SAR Pangkalpinang ada dua helikopter terbang dari Pangkalan Bun menuju Bandara Hanandjoeddin Tanjung Pandan Kabupaten Belitung pada Minggu (27/11) pukul 13.00 WIB. Helikopter Mabes BKO Kalimantan Tengah (Kalteng) ini hilang kontak pada pukul 13.26 WIB.

"Posisi hilang kontak helikopter tersebut adalah di Perairan Bukulimau, Manggar dengan jarak 30 NM atau 55,56 KM dari ARP Bandara Hanandjoeddin," katanya. 
 

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Polri: Helikopter P-1103 jatuh karena cuaca

Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024