Kendari (ANTARA) - Pemerintah Sulawesi Tenggara mencanangkan bulan imunisasi anak nasional (BIAN) guna mencapai dan mempertahankan kekebalan populasi yang tinggi dan merata sebagai upaya mencegah terjadinya kejadian luar biasa penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (KLB PD3I).

Staf Ahli Gubernur Sultra Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Harmin Ramba di Kendari, Rabu mengatakan pencanangan BIAN diharapkan dapat memotivasi serta mendukung 17 kabupaten/kota se-Sultra sehingga proses imunisasi anak dapat berjalan lebih cepat dan tepat waktu baik dari segi kebijakan anggaran maupun dari sisi kebijakan regulasi.

"Bagaimana mendukung kabupaten/kota supaya proses imunisasi ini bisa berjalan lebih cepat dan tepat waktu baik dari sisi kebijakan anggaran maupun regulasi itu sendiri," katanya.

Ia mengimbau seluruh orang tua, masyarakat, untuk membawa anaknya segera imunisasi karena menurutnya imunisasi merupakan suatu program yang memang harus dilakukan.

Kepala Dinas Kesehatan Sultra Putu Agustin Kusumawati mengatakan pencanangan bulan imunisasi anak nasional dilakukan secara rentak oleh empat daerah di Sultra yakni Kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan, Muna, dan Buton Utara.

Dia menjelaskan, bulan imunisasi anak nasional merupakan upaya pemberian imunisasi yang dilaksanakan secara terintegrasi meliputi dua kegiatan yaitu kegiatan imunisasi tambahan berupa pemberian satu dosis imunisasi campak rubella secara massal tanpa memandang status imunisasi sebelumnya kepada sasaran sembilan bulan sampai 12 bulan.

"Dan kegiatan imunisasi kejar berupa pemberian satu atau lebih jenis imunisasi polio, IVP, DPT-HB-HIB untuk melengkapi status imunisasi anak usia 12 sampai dengan 59 bulan yang belum imunisasi atau tidak lengkap status imunisasinya," jelasnya.


  Sulawesi Tenggara canangkan bulan imunisasi anak nasional, Rabu (18/5/2022) (ANTARA/Harianto)


Pelaksanaan BIAN dapat dilaksanakan di semua fasilitas kesehatan maupun pos-pos imunisasi lainnya selama 30 hari kerja.

Bulan imunisasi dilaksanakan bertujuan menghentikan transmisi virus campak dan rubella di semua kabupaten/kota pada tahun 2023 dan mendapatkan sertifikasi eliminasi campak dan rubella/CRS pada tahun 2026 dari searo.

Selain itu, mempertahankan Indonesia bebas polio dan mewujudkan eradikasi polio global pada tahun 2026, serta mengendalikan penyakit difteri dan pertussis.

Dia menyebut, jumlah sasaran bulan imunisasi anak nasional Sulawesi Tenggara untuk Imunisasi campak rubella sebanyak 663.958 anak. Jumlah sasaran kejar IPV yaitu 147.045 anak, sasaran kejar OPV 68.751 anak, jumlah setoran kejar DPT-HB-HIB sebanyak 43.475 anak.

"Dengan target di atas 95 persen merata di semua wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara," katanya.

Pewarta : Muhammad Harianto
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024