BNPB beri penguatan mitigasi bencana hidrometeorologi di Sulawesi Tenggara
Selasa, 2 November 2021 22:28 WIB
Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan (tengah), Gubernur Sultra Ali Mazi (kelima kiri) saat foto bersama tujuh kepala daerah di Sultra yang menerima penghargaan karena telah dianggap cukup baik menangani pandemi COVID-19, Selasa (2/11/2021). ANTARA/Harianto
Kendari (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) memberikan penguatan mitigasi risiko potensi bencana hidrometeorologi kepada seluruh jajaran pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan di Kendari, Selasa, mengatakan dalam rangka mengantisipasi bencana, khususnya bencana hidrometeorologi, pemerintah provinsi agar segera memastikan seluruh bupati/walikota melakukan kesiapsiagaan di daerahnya masing-masing.
"Pastikan seluruh OPD provinsi sudah mempersiapkan sumber daya dalam mendukung kesiapsiagaan, melakukan simulasi, dan menghimpun relawan dan dukungan lainnya," katanya pada rapat koordinasi dan penguatan sinergi antara lembaga dan kemitraan dalam rangka penanggulangan bencana di Sulawesi Tenggara.
Dia menyarankan, untuk tingkat kabupaten segera menginformasikan kepada masyarakat mengenai daerah-daerah rawan bencana, memastikan seluruh camat, lurah, dan desa melakukan kesiapsiagaan, OPD segera menyiapkan sumber daya, dan mengaktivasi pusat pengendalian operasi (pusdalops) di BPBD.
Lilik menegaskan bahwa masyarakat harus mendapatkan akses informasi tentang kebencanaan sehingga dapat mengevakuasi diri secara mandiri ketika terjadi bencana.
"Informasinya harus sampai ke masyarakat, pesan itu dipahami, dan masyarakat merespon informasi tersebut dengan melakukan evakuasi ke tempat yang aman ketika bencana terjadi," jelas dia.
Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi ANTARA/Harianto
Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi menyampaikan berdasarkan data IRBI tahun 2020, Sultra memiliki nilai indeks 157,72 dan dikategorikan berisiko tinggi, sehingga pihaknya melakukan langkah-langkah mitigasi berupa penanaman pohon, relokasi pemukiman, dan pembuatan tanggul.
"Penanaman pohon dilakukan di sekitar daerah aliran sungai (DAS) dan pemeliharaan hutan mangrove sepanjang bibir pantai untuk mencegah abrasi," kata Ali Mazi.
Sementara, relokasi pemukiman yang terdampak bencana, baik tsunami, banjir, dan longsor dilakukan sebagai bentuk
mitigasi. Lalu, pembuatan tanggul sungai dan tanggul Teluk Kendari. Menurutnya, upaya penanggulangan bencana tidak semata-mata hanya diperankan oleh BPBD.
“Oleh karena itu, dalam menjawab tantangan bencana yang semakin kompleks, diperlukan manajemen bencana yang baik, terpadu, dan saling terintegrasi antara lembaga/institusi di semua tingkatan, baik di tingkat pemerintah pusat, maupun di tingkat pemerintah daerah,” kata Gubernur.
Rapat Koordinasi tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Sultra, Sekretaris Daerah Sultra, sejumlah kepala daerah bupati/wali kota di Sultra, dan para pimpinan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi dan kabupaten/kota se-Sultra.
Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan di Kendari, Selasa, mengatakan dalam rangka mengantisipasi bencana, khususnya bencana hidrometeorologi, pemerintah provinsi agar segera memastikan seluruh bupati/walikota melakukan kesiapsiagaan di daerahnya masing-masing.
"Pastikan seluruh OPD provinsi sudah mempersiapkan sumber daya dalam mendukung kesiapsiagaan, melakukan simulasi, dan menghimpun relawan dan dukungan lainnya," katanya pada rapat koordinasi dan penguatan sinergi antara lembaga dan kemitraan dalam rangka penanggulangan bencana di Sulawesi Tenggara.
Dia menyarankan, untuk tingkat kabupaten segera menginformasikan kepada masyarakat mengenai daerah-daerah rawan bencana, memastikan seluruh camat, lurah, dan desa melakukan kesiapsiagaan, OPD segera menyiapkan sumber daya, dan mengaktivasi pusat pengendalian operasi (pusdalops) di BPBD.
Lilik menegaskan bahwa masyarakat harus mendapatkan akses informasi tentang kebencanaan sehingga dapat mengevakuasi diri secara mandiri ketika terjadi bencana.
"Informasinya harus sampai ke masyarakat, pesan itu dipahami, dan masyarakat merespon informasi tersebut dengan melakukan evakuasi ke tempat yang aman ketika bencana terjadi," jelas dia.
Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi ANTARA/Harianto
Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi menyampaikan berdasarkan data IRBI tahun 2020, Sultra memiliki nilai indeks 157,72 dan dikategorikan berisiko tinggi, sehingga pihaknya melakukan langkah-langkah mitigasi berupa penanaman pohon, relokasi pemukiman, dan pembuatan tanggul.
"Penanaman pohon dilakukan di sekitar daerah aliran sungai (DAS) dan pemeliharaan hutan mangrove sepanjang bibir pantai untuk mencegah abrasi," kata Ali Mazi.
Sementara, relokasi pemukiman yang terdampak bencana, baik tsunami, banjir, dan longsor dilakukan sebagai bentuk
mitigasi. Lalu, pembuatan tanggul sungai dan tanggul Teluk Kendari. Menurutnya, upaya penanggulangan bencana tidak semata-mata hanya diperankan oleh BPBD.
“Oleh karena itu, dalam menjawab tantangan bencana yang semakin kompleks, diperlukan manajemen bencana yang baik, terpadu, dan saling terintegrasi antara lembaga/institusi di semua tingkatan, baik di tingkat pemerintah pusat, maupun di tingkat pemerintah daerah,” kata Gubernur.
Rapat Koordinasi tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Sultra, Sekretaris Daerah Sultra, sejumlah kepala daerah bupati/wali kota di Sultra, dan para pimpinan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi dan kabupaten/kota se-Sultra.
Pewarta : Muhammad Harianto
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Kolaka beri penghargaan PT Vale dalam intervensi keluarga berisiko stunting
20 April 2026 13:24 WIB
Gubernur Sulteng beri penghargaan PT Vale atas kontribusi pajak dan pembangunan
13 April 2026 21:53 WIB
Kemenimipas beri remisi khusus Idul Fitri kepada 2.156 WBP yang berkelakuan baik di Sultra
21 March 2026 8:56 WIB
Pemkot Kendari dan Bulog beri bantuan pangan untuk 27 ribu keluarga jelang Lebaran
19 March 2026 23:00 WIB
PT Vale beri edukasi ke masyarakat agar waspadai DBD lewat promosi kesehatan di Puulemo Kolaka
14 February 2026 14:45 WIB
Terpopuler - Seputar Sultra
Lihat Juga
BMKG imbau masyarakat agar waspada hujan ringan hingga sedang di Sultra hari ini
22 April 2026 12:44 WIB
Bapenda Kolaka catat digitalisasi transaksi dongkrak PAD pada TW 1 hingga Rp88 miliar
21 April 2026 20:55 WIB
Polri bangun jembatan Dhira Brata untuk tingkatkan aksesibilitas warga Kolaka
21 April 2026 20:53 WIB
Pemkab Kolaka beri penghargaan PT Vale dalam intervensi keluarga berisiko stunting
20 April 2026 13:24 WIB
Sultra sediakan ruang publik berinternet gratis untuk komunitas hingga jurnalis di Kendari
20 April 2026 13:09 WIB
162 ahli waris minta keadilan Presiden Prabowo terkait serobot lahan Pepabri di Morosi
20 April 2026 12:39 WIB