
Ketua DPY Unsultra ajak alumni ingat sejarah berdirinya kampus

Kendari (ANTARA) - Ketua Dewan Pembina Yayasan (DPY) Universitas Sulawesi Tenggara, H. Nur Alam, mengajak seluruh alumni untuk kembali mengingat akar sejarah berdirinya kampus Unsultra tersebut.
Ia mengisahkan bahwa Universitas Sulawesi Tenggara didirikan pada tahun 1967 di Kota Baubau sebagai wujud perjuangan tokoh-tokoh daerah dalam menghadirkan akses pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara.
“Unsultra lahir dari semangat perjuangan dan keterbatasan, tetapi dengan tekad yang kuat untuk mencerdaskan generasi daerah. Dari Baubau pada tahun 1967, perjalanan ini dimulai,” ungkap Nur Alam saat memberi sambutan pada serangkaian Musyawarah Besar (Mubes) I pemilihan ketua IKA Unsultra di Kendari, Sabtu.
Ia menegaskan bahwa perjalanan panjang tersebut harus menjadi inspirasi bagi seluruh alumni untuk terus menjaga nama baik almamater serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
Mengusung tema “Kita Rajut Kebersamaan dan Solidaritas Menuju Sultra Unggul”, kegiatan reuni ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga menjadi wadah strategis untuk menyatukan gagasan dan kolaborasi antar alumni lintas generasi.

Menurut Nur Alam, kekuatan alumni terletak pada solidaritas dan komitmen bersama dalam membangun daerah. Ia berharap momentum reuni ini mampu melahirkan ide-ide konstruktif yang dapat mendorong Sulawesi Tenggara menjadi daerah yang lebih maju dan berdaya saing.
“Kebersamaan ini adalah kekuatan kita. Jika dirajut dengan baik, maka alumni Unsultra akan menjadi motor penggerak menuju Sulawesi Tenggara yang unggul,” tambahnya.
Rektor Unsultra, Prof.Dr. Jamhir Safani, S.Si., M.Si mengapresiasi Musyawarah Besar IKA Unsultra yang telah melahirkan ketua yang baru selama terbentuknya Unsultra 40 tahun silam.
"Pak Abdul Rahman ini saya sudah lama kenal di saat usia kami masih belasan tahun dan kebetulan kita sama-sama satu kampung," ujar Rektor Unsultra.
Ia yakin terbentuknya IKA akan menjadi mitra strategis dalam kemajuan kampus di masa datang. Kampus butuh alumni, alumni butuh almamater.
Ia juga berjanji dalam waktu tidak lama untuk mendorong terbentuknya program pendidikan Kedokteran yang peminatnya cukup besar di Sulawesi Tenggara.
"Di masa kepemimpinan saya sebagai rektor selain membuka fakultas kedokteran juga akan melahirkan doktor minimal 30 dosen dan beberapa guru besar," tutupnya.

Pewarta : Azis Senong
Editor:
M Sharif Santiago
COPYRIGHT © ANTARA 2026
