Ini alasan di balik mahalnya harga motor listrik GESITS
Kamis, 14 Oktober 2021 16:35 WIB
Motor listrik GESITS (ANTARA/Chairul Rohman)
Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT Wika Industri Manufaktur (WIMA), M. Samyarto menjelaskan alasan di balik anggapan mahalnya harga motor listrik GESITS.
Menurut dia, pemilihan kualitas komponen yang baik serta teknologi andal yang disematkan dalam motor membuat harga motor listrik GESITS relatif terbilang mahal.
"Awal pengembangan motor kita (GESITS) memang menyasar edukasi motor listrik di Indonesia, di samping itu juga kita ingin memberikan masyarakat motor listrik yang berkualitas dan baik serta tidak ada masalah sehingga memang pada pengembangannya kita menggunakan teknologi dan juga komponen yang baik," ungkap M. Samyarto di Jakarta, Kamis.
Meski demikian, ke depan motor listrik GESITS akan jauh lebih murah dan terjangkau untuk masyarakat Indonesia untuk memiliki motor listrik.
"Tapi di generasi berikutnya kita sudah mulai bermain di pasar di bawah ini, mungkin di pasar B dan C," kata dia.
Beberapa waktu yang lalu, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo memang menyebutkan bahwa motor listrik GESITS masih terbilang cukup mahal dengan harga mencapai Rp24 juta bahkan lebih.
"Motor listrik GESITS ini masih terbilang mahal harganya masih Rp24 jutaan. Saya rasa harga ideal kendaraan listrik itu bisa Rp10 sampai Rp15 juta," kata Bamsoet sapaan akrabnya di Jakarta beberapa waktu yang lalu.
Dalam hal ini, Bamsoet bersama dengan IMI akan segera meluncurkan motor listrik yang diberi nama Bike Smart Electric (BSE) yang saaat ini sedang dalam masa persiapan untuk diproduksi masal.
"BSE sedang dalam tahap uji coba di Kemenhub dan nantinya saya yakin harganya tidak akan mahal, yakni Rp10 juta," kata dia.
Nantinya BSE ini juga akan digunakan oleh para pengendara ojek online. Di samping itu, dengan hadirnya pabrik baterai yang ada di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, bisa mendorong perkembangan kendaraan listrik di Indonesia.
"Saya harap dengan adanya pabrik baterai di Indonesia ini akan dapat menekan ongkos biaya baterai yang jauh lebih murah," tutur dia.
Dalam hal ini, GESITS juga sudah menyiapkan dua varian motor listrik yang jauh lebih terjangkau dari pada saat ini yang sedang dalam masa pengujian. Kehadiran varian baru dari GESITS juga akan lebih modern.
Pada dashboard motor listrik GESITS terbaru juga akan dilengkapi maps lengkap dengan aplikasi dari GESITS.
Motor listrik GESITS menggunakan tenaga listrik dengan daya motor 5KW. Sekali pengisian daya, motor listrik GESITS bisa digunakan untuk berkendara sejauh 50 kilometer untuk baterai tunggal dan 100 kilometer untuk baterai ganda.
Menurut dia, pemilihan kualitas komponen yang baik serta teknologi andal yang disematkan dalam motor membuat harga motor listrik GESITS relatif terbilang mahal.
"Awal pengembangan motor kita (GESITS) memang menyasar edukasi motor listrik di Indonesia, di samping itu juga kita ingin memberikan masyarakat motor listrik yang berkualitas dan baik serta tidak ada masalah sehingga memang pada pengembangannya kita menggunakan teknologi dan juga komponen yang baik," ungkap M. Samyarto di Jakarta, Kamis.
Meski demikian, ke depan motor listrik GESITS akan jauh lebih murah dan terjangkau untuk masyarakat Indonesia untuk memiliki motor listrik.
"Tapi di generasi berikutnya kita sudah mulai bermain di pasar di bawah ini, mungkin di pasar B dan C," kata dia.
Beberapa waktu yang lalu, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo memang menyebutkan bahwa motor listrik GESITS masih terbilang cukup mahal dengan harga mencapai Rp24 juta bahkan lebih.
"Motor listrik GESITS ini masih terbilang mahal harganya masih Rp24 jutaan. Saya rasa harga ideal kendaraan listrik itu bisa Rp10 sampai Rp15 juta," kata Bamsoet sapaan akrabnya di Jakarta beberapa waktu yang lalu.
Dalam hal ini, Bamsoet bersama dengan IMI akan segera meluncurkan motor listrik yang diberi nama Bike Smart Electric (BSE) yang saaat ini sedang dalam masa persiapan untuk diproduksi masal.
"BSE sedang dalam tahap uji coba di Kemenhub dan nantinya saya yakin harganya tidak akan mahal, yakni Rp10 juta," kata dia.
Nantinya BSE ini juga akan digunakan oleh para pengendara ojek online. Di samping itu, dengan hadirnya pabrik baterai yang ada di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, bisa mendorong perkembangan kendaraan listrik di Indonesia.
"Saya harap dengan adanya pabrik baterai di Indonesia ini akan dapat menekan ongkos biaya baterai yang jauh lebih murah," tutur dia.
Dalam hal ini, GESITS juga sudah menyiapkan dua varian motor listrik yang jauh lebih terjangkau dari pada saat ini yang sedang dalam masa pengujian. Kehadiran varian baru dari GESITS juga akan lebih modern.
Pada dashboard motor listrik GESITS terbaru juga akan dilengkapi maps lengkap dengan aplikasi dari GESITS.
Motor listrik GESITS menggunakan tenaga listrik dengan daya motor 5KW. Sekali pengisian daya, motor listrik GESITS bisa digunakan untuk berkendara sejauh 50 kilometer untuk baterai tunggal dan 100 kilometer untuk baterai ganda.
Pewarta : Chairul Rohman
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Berita Politik kemarin: kesiapan IKN hingga Megawati kunjungi Leningrad
19 September 2024 10:02 WIB, 2024
MPR apresiasi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf yang terus dorong Indonesia maju
16 August 2024 10:25 WIB, 2024
Ketua MPR meminta TNI-Polri lakukan tindakan tegas terukur terhadap KKB
16 April 2021 12:13 WIB, 2021
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Bank Indonesia: Utang luar negeri tembus 437,9 miliar dolar AS pada Februari 2026
15 April 2026 14:55 WIB