Tiga wilayah di luar Jawa-Bali alami peningkatan kasus
Selasa, 3 Agustus 2021 18:51 WIB
Tangkapan layar Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito saat menyampaikan laporan perkembangan penanganan COVID-19 yang dipantau secara virtual dari YouTube BNPB, Selasa (3/8/2021). (ANTARA/Andi Firdaus).
Jakarta (ANTARA) - Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengemukakan sebanyak tiga wilayah di luar Pulau Jawa-Bali mengalami tren kenaikan kasus positif dalam tiga pekan terakhir.
"Provinsi tersebut didominasi dari Pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi," kata Wiku Adisasmito saat menyampaikan laporan perkembangan penanganan COVID-19 yang dipantau secara virtual dari YouTube BNPB, Selasa sore.
Menurut Wiku, hampir semua provinsi di Sumatera masih menunjukkan kenaikan kasus selama tiga pekan terakhir, kecuali Kepulauan Riau yang telah menunjukkan penurunan kasus.
Sedangkan di Kalimantan, kata Wiku, seluruh provinsinya masih menunjukkan kenaikan kasus dalam tiga pekan berturut-turut kecuali Kalimantan Barat yang sempat mengalami penurunan angka kasus.
"Selain itu, di pulau Sulawesi seluruh provinsinya juga menunjukkan kenaikan selama tiga pekan, kecuali Sulawesi Tenggara dan Gorontalo yang sempat mengalami penurunan," katanya.
Sedangkan Yogyakarta menjadi satu-satunya daerah di Pulau Jawa yang masih menunjukkan kenaikan kasus positif selama dua pekan terakhir.
Menurut Wiku, kenaikan kasus yang belum juga dapat ditekan pada sebagian besar wilayah tersebut perlu menjadi perhatian. "Kenaikan ini juga bisa terjadi karena pemerintah daerah dan masyarakatnya lengah dan menganggap daerahnya baik-baik saja hanya karena tidak menerapkan PPKM level 4," katanya.
Wiku mengimbau kepada seluruh pemerintah daerah dan masyarakat dari provinsi tersebut untuk segera melakukan persiapan menghadapi kenaikan kasus COVID-19.
"Dengan masih naiknya kasus selama kurang lebih tiga pekan terakhir, maka perlu antisipasi dan kesiapan dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di daerahnya masing-masing," ujarnya.*
"Provinsi tersebut didominasi dari Pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi," kata Wiku Adisasmito saat menyampaikan laporan perkembangan penanganan COVID-19 yang dipantau secara virtual dari YouTube BNPB, Selasa sore.
Menurut Wiku, hampir semua provinsi di Sumatera masih menunjukkan kenaikan kasus selama tiga pekan terakhir, kecuali Kepulauan Riau yang telah menunjukkan penurunan kasus.
Sedangkan di Kalimantan, kata Wiku, seluruh provinsinya masih menunjukkan kenaikan kasus dalam tiga pekan berturut-turut kecuali Kalimantan Barat yang sempat mengalami penurunan angka kasus.
"Selain itu, di pulau Sulawesi seluruh provinsinya juga menunjukkan kenaikan selama tiga pekan, kecuali Sulawesi Tenggara dan Gorontalo yang sempat mengalami penurunan," katanya.
Sedangkan Yogyakarta menjadi satu-satunya daerah di Pulau Jawa yang masih menunjukkan kenaikan kasus positif selama dua pekan terakhir.
Menurut Wiku, kenaikan kasus yang belum juga dapat ditekan pada sebagian besar wilayah tersebut perlu menjadi perhatian. "Kenaikan ini juga bisa terjadi karena pemerintah daerah dan masyarakatnya lengah dan menganggap daerahnya baik-baik saja hanya karena tidak menerapkan PPKM level 4," katanya.
Wiku mengimbau kepada seluruh pemerintah daerah dan masyarakat dari provinsi tersebut untuk segera melakukan persiapan menghadapi kenaikan kasus COVID-19.
"Dengan masih naiknya kasus selama kurang lebih tiga pekan terakhir, maka perlu antisipasi dan kesiapan dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di daerahnya masing-masing," ujarnya.*
Pewarta : Andi Firdaus
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK periksa Kasi Kemenkeu soal uang yang disita pada kasus KPP Jakarta Utara
16 April 2026 11:53 WIB
KPK ingatkan kepala daerah agar kebutuhan pribadi tidak dibebankan ke anggaran dinas
12 April 2026 11:43 WIB
Ini penjelasan Kejagung terkait modus "mark up" anggaran pada kasus videografer Amsal Sitepu
30 March 2026 19:40 WIB
KPK sebut tersangka korpusi Yaqut Cholil jadi tahanan rumah merupakan strategi penyidikan
24 March 2026 9:08 WIB
Ini penjelasan KPK terkait tersangka korupsi Yaqut Cholil Qoumas jadi tahanan rumah
22 March 2026 12:28 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Ombudsman minta Pemkot Kendari tidak pilih kasih soal izin penertiban
11 December 2023 14:39 WIB, 2023