Ratusan kuda diterbangkan ke Tokyo Jepang untuk Olimpiade
Jumat, 16 Juli 2021 12:16 WIB
Ilustrasi - Atlet berkuda Steven Menayang beraksi pada CSI1*-W Longines FEI Jumping World Cup South East Asia League” di Arthayasa Stable, Limo, Depok, Jawa Barat, Minggu (13/12/2020). HO/Tim media FEI Jumping
Jakarta (ANTARA) - Bukan hanya ribuan atlet yang terbang ke Tokyo untuk Olimpiade, tetapi juga ratusan kuda juga berpartisipasi pada kejuaraan empat tahunan itu.
Ratusan kuda tersebut akan bersaing bersama para pebalapnya dalam tiga nomor berkuda, yaitu tunggang serasi, lompat rintangan dan trilomba -- satu-satunya olahraga Olimpiade di mana laki-laki dan perempuan bersaing secara individu dengan syarat yang sama.
Ratusan kuda, yang masing-masing memiliki bobot 510-630kg, itu berada dikandang khusus -- masing-masing kandang berisi dua kuda -- bersuhu 16 derajat celcius dan ditemani oleh pengawas kuda dan dokter hewan dalam perjalanan di penerbangan.
Membutuhkan keahlian khusus, penerbangan seperti itu dilakukan oleh agen transportasi yang memiliki spesialisasi transportasi kuda, Peden Bloodstock, yang telah mengorganisir transportasi kuda Olimpiade dan Paralimpiade sejak 1960.
Namun, ini adalah pertama kalinya bandara Haneda Tokyo menangani pengiriman bermuatan kuda, yang masing-masingnya bernilai tinggi.
"Ini bukan sekadar kuda, mereka adalah kuda Olimpiade", kata administrator Bandara Internasional Tokyo, Takahashi Koji, dikutip dari Reuters, Jumat.
"Ini adalah malam yang sangat besar bagi bandara, dan khususnya untuk tim kargo, dan kami melihatnya sebagai salah satu tonggak utama penghitungan mundur terakhir Olimpiade Tokyo 2020."
Penerbangan Olimpiade pertama tahun ini dari Eropa membawa 36 kuda dari Belgia melalui Dubai ke Tokyo dalam perjalanan 18 jam, juga mengangkut 12.000 kg pakan dan 13.500 kg perlengkapan kuda.
Penerbangan itu mencakup kuda milik sejumlah atlet, di antaranya kuda betina Bella Rose milik Isabell Werth dari Jerman, atlet berkuda yang beberapa kali menjadi juara Olimpiade.
Semua kuda menjalani periode pengawasan kesehatan 60 hari dan karantina tujuh hari sebelum penerbangan.
Hal itu sangat penting tahun ini setelah dunia olahraga berkuda harus berjuang melawan dua penyakit dalam beberapa bulan terakhir, yaitu virus corona yang menyerang penunggang dan virus herpes yang menyerang kuda.
Ratusan kuda tersebut akan bersaing bersama para pebalapnya dalam tiga nomor berkuda, yaitu tunggang serasi, lompat rintangan dan trilomba -- satu-satunya olahraga Olimpiade di mana laki-laki dan perempuan bersaing secara individu dengan syarat yang sama.
Ratusan kuda, yang masing-masing memiliki bobot 510-630kg, itu berada dikandang khusus -- masing-masing kandang berisi dua kuda -- bersuhu 16 derajat celcius dan ditemani oleh pengawas kuda dan dokter hewan dalam perjalanan di penerbangan.
Membutuhkan keahlian khusus, penerbangan seperti itu dilakukan oleh agen transportasi yang memiliki spesialisasi transportasi kuda, Peden Bloodstock, yang telah mengorganisir transportasi kuda Olimpiade dan Paralimpiade sejak 1960.
Namun, ini adalah pertama kalinya bandara Haneda Tokyo menangani pengiriman bermuatan kuda, yang masing-masingnya bernilai tinggi.
"Ini bukan sekadar kuda, mereka adalah kuda Olimpiade", kata administrator Bandara Internasional Tokyo, Takahashi Koji, dikutip dari Reuters, Jumat.
"Ini adalah malam yang sangat besar bagi bandara, dan khususnya untuk tim kargo, dan kami melihatnya sebagai salah satu tonggak utama penghitungan mundur terakhir Olimpiade Tokyo 2020."
Penerbangan Olimpiade pertama tahun ini dari Eropa membawa 36 kuda dari Belgia melalui Dubai ke Tokyo dalam perjalanan 18 jam, juga mengangkut 12.000 kg pakan dan 13.500 kg perlengkapan kuda.
Penerbangan itu mencakup kuda milik sejumlah atlet, di antaranya kuda betina Bella Rose milik Isabell Werth dari Jerman, atlet berkuda yang beberapa kali menjadi juara Olimpiade.
Semua kuda menjalani periode pengawasan kesehatan 60 hari dan karantina tujuh hari sebelum penerbangan.
Hal itu sangat penting tahun ini setelah dunia olahraga berkuda harus berjuang melawan dua penyakit dalam beberapa bulan terakhir, yaitu virus corona yang menyerang penunggang dan virus herpes yang menyerang kuda.
Pewarta : Arindra Meodia
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Siswa Sekolah Indonesia Tokyo juara pidato bahasa Inggris di Negeri Sakura
03 November 2024 16:14 WIB, 2024
KBRI Tokyo optimistis pangsa pasar kopi Indonesia di Jepang meningkat
10 October 2024 11:45 WIB, 2024
Wapres Ma'ruf Amin tiba di Tokyo untuk menghadiri pemakaman Shinzo Abe
25 September 2022 19:17 WIB, 2022
Indonesia pastikan satu tempat di final ganda putra Kejuaraan Dunia 2022 Tokyo
26 August 2022 12:23 WIB, 2022
Jadwal Kejuaraan Dunia 2022 Tokyo: Lagi, duel Anthony Ginting vs Axelsen
26 August 2022 1:46 WIB, 2022
Jonatan bertemu unggulan keempat di perempat final Kejuaraan Dunia 2022 Tokyo
25 August 2022 19:28 WIB, 2022
Kejuaraan Dunia 2022 Tokyo, The Daddies maju ke perempat final usai kalahkan ganda Jerman
25 August 2022 11:52 WIB, 2022
Ini Jadwal Kejuaraan Dunia 2022 Tokyo: Reuni Anthony Ginting dan Shi Yu Qi
25 August 2022 3:53 WIB, 2022
Ini hasil Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2022 Tokyo: Tiga ganda putra ke 16 besar
24 August 2022 23:12 WIB, 2022