Kendari (ANTARA) - Pemerintah Kota Kendari memastikan tidak akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti yang dilakukan beberapa Pemda di Pulau Jawa dan Bali meskipun kasus COVID-19 di daerah itu terus mengalami peningkatan dari hari - ke hari.

"Salah satu alasannya, karena melihat perkembangan COVID-19 yang terkendali meski masih ada penambahan setiap hari, serta tingginya kedisiplinan warga metro mematuhi protokol kesehatan," kata Wali Kota kendari, H Sulkarnain Kadir, di Kendari, Rabu.

Ia menyebutkan, jumlah pasien COVID-19 yang sedang dirawat saat ini masih berapa pada angka kuirang lebih100 orang dibanding angka pasien dirawat pada September 2020 yang hampir mencapai angka 1000.
 
"Sejauh tidak ada instruksi langsung dari pusat untuk keseluruhan daerah, maka kami tidak lakukan PSBB. Kita lihat perkembangan selanjutnya seperti apa," katanya.

Wali kota mengaku intens mengingatkan warga agar meningkatkan kedisiplinan penerapan protokol kesehatan dengan cara melakukan 3M guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Sementara itu, Jubir Penanganan COVID-19 Kota Kendari, dr Al Ghazali, menyebutkan bahwa per 13 Januari 2021 ada penambahan kasus COVID-129 sebanyak 24 orang sehingga total kasus di Kendari berjumlah 4.060 orang.

Selain itu, terdapat penambahan pasien sembuh sebanyak 5 orang sehingga total pasien sembuh sebanyak 3.813 orang dan yang meninggal sebanyak 54 orang selebihnya masih dalam perawatan.


 

Pewarta : Suparman
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024