Kendari (ANTARA) - Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang memperingati Hari Buruh Internasional mengingatkan pemerintah agar bantuan sosial diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan di tengah pandemi COVID-19.

"Yang kami harapkan adalah bantuan yang dijanjikan pemerintah itu mampu memberikan motivasi terhadap buruh/pekerja yang terpaksa harus kehilangan pekerjaan," kata Ketua Umum Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Povinsi Sultra Alvian Pradana Liambo di Kendari, Jumat.

Ia mengatakan, bantuan sosial maupun stimulus usaha dan program kartu prakerja adalah hal yang sangat mendesak dalam rangka membantu meringankan beban para pekerja yang dirumahkan atau yang ter-PHK sebagai dampak COVID-19.

Ia menuturkan bahwa dalam kondisi saat ini, kita harus berdoa, bersabar dan berikhtiar bahwa yang kita hadapi kali ini adalah ujian yang paling berat dan harus dihadapi secara bersama-sama oleh bangsa dan negara ini.

"Kita harus saling mendukung dalam memutus rantai penyebaran COVID-19 dengan tetap mengikuti instruksi pemerintah untuk tetap di rumah, menerapakan jarak fisik bagi yang tetap beraktivitas di luar rumah," ujar Alvian yang juga pengacara mudah di Kota Kendari itu.

Menyinggung adanya karyawan di-PHK akibat dampak dari COVID-19, Alvian mengatakan bahwa tentunya bukan menjadi keinginan semua pihak, terutama para pengusaha, sebab hal ini merupakan bencana nonalam dan merupakan kejadian luar biasa yang menyebabkan pengusaha tidak mampu memenuhi prestasinya karena kejadian yang di luar kemampuannya.

"Tentu kita banyak berharap kepada Tuhan Yang Maha Esa agar pandemi COVID-19 ini cepat berakhir dan kita kembali bangkit dari segala sisi, terutama ekonomi, agar pengangguran dan kemiskinan dapat teratasi," ujarnya.
  Ketua SBSI Sultra Alvian P Liambo (celana krem) bersama anggota LKS Tripartit Sultra saat melakukan jalan santai dalam rangka hari buruh internasional 2019 lalu. (Foto ANTARA/Azis Senong)
Sementara Kepala Dinas Nakertrans Sultra Saemu Alwi secara terpisah mengatakan, peringatan Hari Buruh Internasional yang bisanya dilakukan dengan berbagai acara serimoni, di tahun ini ditiadakan dan diganti dengan acara dialog interaktif melalui RRI.

"Pemerintah Sultra juga sudah mempersiapkan untuk melakukan bakti sosial dengan pemberian sembako kepada pekerja yang terkana PHK maupun yang di rumahkan. Mengenai waktu, tetap dilaksanakan dalam suasana di bulan puasa ini," ujarnya.

Saemu Alwi yang juga Plt.Asisten I Setda Sultra itu meminta para buruh untuk memanfaatkan hari buruh sedunia dengan saling membantu. Hal ini tentu akan berdampak kepada semangat bagi buruh yang di-PHK akibat corona.

Data Dinas Nakertrans Sultra menyebutkan bahwa dampak COVID-19 jumlah pekerja/karyawan yang dirumahkan dan ter-PHK meliputi belasan ribu orang yang bekerja di sejumlah perusahaan, yakni sebanyak 2.867 orang yang dirumahkan dan 94 orang di PHK.

Dari jumlah yang ter-PHK itu bekerja pada perusahaan perhotelan sebanyak 41 orang dan sisanya bekerja sebagai karyawan di perusahaan yang bergerak pada hasil perikanan laut.
 

Pewarta : Abdul Azis Senong
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024