Dinkes Kolaka-BTKLPP teliti nyamuk penyebab DBD
Sabtu, 19 Mei 2018 19:42 WIB
Ilustrasi. (Foto ANTARA)
Kolaka (Antaranews Sultra) - Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka, bekerja sama dengan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) kelas satu Sulawesi Selatan melakukan penelitian nyamuk penyebab penyakit DBD di dua desa Kecamatan Baula.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit menular Dinkes Kolaka, Hidayat, Sabtu, mengatakan, kerja sama ini dilakukan di desa Puulemo dan Pundoho guna mengetahui nyamuk yang menyebarkan penyakit DBD.
Penelitian ini kata dia, dilakukan pada malam hari di luar rumah karena jenis nyamuk itu lebih dominan berada di luar dari pada di dalam rumah. Sehingga sering dilakukan penyemprotan nyamuk oleh Dinas Kesehatan.
"Dari hasil temuan lapangan memang ditemukan jenis nyamuk penyebar malaria itu berada di luar rumah sehingga langkah antisipasi yang akan dilakukan pemerintah adalah melakukan "fogging" di tempat terbuka dan membagikan kelambu," katanya.
Sementara salah satu peneliti nyamuk dari Entimolog BTKLPP Makassar, Andi Arahmadani Aras mengatakan, hasil dari penangkapan nyamuk yang dilakukan pihaknya akan diteliti.
"Kita berhasil menangkap dua spesies nyamuk anoples yakni anoples barbirotsis dan anoples fagus," katanya.
Menurutnya hasil dari kerja sama penelitian ini akan diserahkan kepada pemerintah daerah untuk menyiapkan langkah-langkah antisipasi berkembangnya penyakit DBD dan malaria di masyarakat.
(T.KR-DWS/B/H015/C/H015) 19-05-2018 19:24:31
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit menular Dinkes Kolaka, Hidayat, Sabtu, mengatakan, kerja sama ini dilakukan di desa Puulemo dan Pundoho guna mengetahui nyamuk yang menyebarkan penyakit DBD.
Penelitian ini kata dia, dilakukan pada malam hari di luar rumah karena jenis nyamuk itu lebih dominan berada di luar dari pada di dalam rumah. Sehingga sering dilakukan penyemprotan nyamuk oleh Dinas Kesehatan.
"Dari hasil temuan lapangan memang ditemukan jenis nyamuk penyebar malaria itu berada di luar rumah sehingga langkah antisipasi yang akan dilakukan pemerintah adalah melakukan "fogging" di tempat terbuka dan membagikan kelambu," katanya.
Sementara salah satu peneliti nyamuk dari Entimolog BTKLPP Makassar, Andi Arahmadani Aras mengatakan, hasil dari penangkapan nyamuk yang dilakukan pihaknya akan diteliti.
"Kita berhasil menangkap dua spesies nyamuk anoples yakni anoples barbirotsis dan anoples fagus," katanya.
Menurutnya hasil dari kerja sama penelitian ini akan diserahkan kepada pemerintah daerah untuk menyiapkan langkah-langkah antisipasi berkembangnya penyakit DBD dan malaria di masyarakat.
(T.KR-DWS/B/H015/C/H015) 19-05-2018 19:24:31
Pewarta : Darwis Sarkani
Editor : M Sharif Santiago
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Guru Besar FK UI kembangkan obat baru kanker payudara serta malaria
27 December 2023 10:35 WIB, 2023
WHO sebut Jumlah kematian akibat malaria melebihi COVID-19 di Afrika
30 November 2020 11:38 WIB, 2020
Terpopuler - Seputar Sultra
Lihat Juga
Pemkot Kendari harapkan TMMD perkuat nilai sosial dan kualitas bermasyarakat
10 February 2026 14:45 WIB
Imigrasi Sultra gandeng Ombudsman dab BIN perkuat pengawasan pelayanan publik
10 February 2026 14:24 WIB
Polda tahan tersangka baru terkait kasus kekerasan terhadap polisi di Kendari
07 February 2026 17:19 WIB