Buton Selatan programkan transmigrasi nelayan
Rabu, 14 Maret 2018 15:29 WIB
Kadis Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Buton Selatan, Samiruddin (baju batik) saat menghadiri kegiatan Rakor di Kendari. (foto Antara/Azis Senong)
Kendari (Antaranews Sultra) - Harapan pemerintah dan masyarakat Buton Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara untuk memprogramkan transmigrasi ke daerah itu diperkirakan baru akan terwujud di tahun 2018 atau paling lambat 2019 mendatang dengan melalui transmigrasi nelayan.
Kadis Transmigrasi dan Tenaga Kerja Buton Selatan, Samiruddin di Kendari, Rabu mengungkapkan program transmigrasi nelayan (pesisir) sudah dirprogramkan melalui rencana kerja tahunan (RKT) sejak tahun 2016 dan 2017, namun karena persoalan keterbatasan anggaran sehingga baru kembali di program tahun ini.
"Terus terang yang menjadi kendala kita selama ini adalah terbatasnya lahan basah (subur) untuk program transmigrasi yang berkecimpun pada pola perswahan dan perkebunan, sehingga yang cocok hanya program pemukiman transmigrasi nelayan yang penempatan pemukimannya tidak jauh dari kawasan pesisir laut," ujarnya.
Menurut Samiruddin, RKT dan rencana tataruang setelah penempatan (RTSP) yang sudah disusun tahun sebelumnya itu menempatkan dua wilayah kecamatan yang dianggap layak untuk program transmigrasi nelayan yakni Kecamatan Lapandewa dan Kecamatan Sampola.
"Dua wilayah itu masih memiliki lahan yang cukup untuk program transmigrasi nelayan. Kita harapkan pada tahun ini atau paling lambat 2019 sudah terealisasi," pintahnya.
Sebelumnya, anggota Komisi I DPRD Buton Selatan, La Witir yang dihubungi terpisah mendukung upaya pemerintah dalam program transmigrasi umum, baik melalui lahan kering sektor perkebunan maupun transmigrasi nelayan.
Politisi Partai Amanat Nasional itu mengatakan, pada dasarnya legislatif mendukung program transmigrasi itu, sebab dengan kehadiran warga transmigrasi di satu daerah akan berdampak pada kemajuan daerah dalam hal pemerataan pembangunan masyarak di desa.
Baca juga: Nelayan Buton Selatan butuhkan kapal tangkap ikan
"Yang lebih penting lagi bahwa dengan program transmigrasi itu akan merangsang pertumbuhan dan pembangunan di daerah tersebut," tuturnya.
Ia mengatakan, Buton selatan dengan tujuh wilayah kecamatan memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa besar, termasuk lahan yang luas, akan tetapi tidak banyak digarap karena minimnya jumlah maupun skill penduduk. Untuk itulah, transmigrasi diupayakan dapat menjawab ketimpangan tersebut agar kekayaan sumber daya alam dapat digunakan sebaik-baiknya.
Kadis Transmigrasi dan Tenaga Kerja Buton Selatan, Samiruddin di Kendari, Rabu mengungkapkan program transmigrasi nelayan (pesisir) sudah dirprogramkan melalui rencana kerja tahunan (RKT) sejak tahun 2016 dan 2017, namun karena persoalan keterbatasan anggaran sehingga baru kembali di program tahun ini.
"Terus terang yang menjadi kendala kita selama ini adalah terbatasnya lahan basah (subur) untuk program transmigrasi yang berkecimpun pada pola perswahan dan perkebunan, sehingga yang cocok hanya program pemukiman transmigrasi nelayan yang penempatan pemukimannya tidak jauh dari kawasan pesisir laut," ujarnya.
Menurut Samiruddin, RKT dan rencana tataruang setelah penempatan (RTSP) yang sudah disusun tahun sebelumnya itu menempatkan dua wilayah kecamatan yang dianggap layak untuk program transmigrasi nelayan yakni Kecamatan Lapandewa dan Kecamatan Sampola.
"Dua wilayah itu masih memiliki lahan yang cukup untuk program transmigrasi nelayan. Kita harapkan pada tahun ini atau paling lambat 2019 sudah terealisasi," pintahnya.
Sebelumnya, anggota Komisi I DPRD Buton Selatan, La Witir yang dihubungi terpisah mendukung upaya pemerintah dalam program transmigrasi umum, baik melalui lahan kering sektor perkebunan maupun transmigrasi nelayan.
Politisi Partai Amanat Nasional itu mengatakan, pada dasarnya legislatif mendukung program transmigrasi itu, sebab dengan kehadiran warga transmigrasi di satu daerah akan berdampak pada kemajuan daerah dalam hal pemerataan pembangunan masyarak di desa.
Baca juga: Nelayan Buton Selatan butuhkan kapal tangkap ikan
"Yang lebih penting lagi bahwa dengan program transmigrasi itu akan merangsang pertumbuhan dan pembangunan di daerah tersebut," tuturnya.
Ia mengatakan, Buton selatan dengan tujuh wilayah kecamatan memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa besar, termasuk lahan yang luas, akan tetapi tidak banyak digarap karena minimnya jumlah maupun skill penduduk. Untuk itulah, transmigrasi diupayakan dapat menjawab ketimpangan tersebut agar kekayaan sumber daya alam dapat digunakan sebaik-baiknya.
Pewarta : Abdul Azis Senong
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi hentikan aktivitas pertambangan PT BBDM di Buton terkait pemalsuan dokumen
31 May 2026 13:15 WIB
PT Dahana lakukan peledakan perdana pengelolaan kuari di IUP PT BGR Buton Tengah
05 May 2026 14:45 WIB
Gubernur Sultra salurkan bantuan pertanian Rp2,1 miliar ke kelompok tani di Buton
06 March 2026 22:30 WIB
Terpopuler - Seputar Sultra
Lihat Juga
Polda Sultra siagakan 631 personel antisipasi kebakaran hutan dan lahan dampak El Nino
11 August 2026 10:57 WIB
BMKG gelar Sekolah Lapang Gempa guna perkuat mitigasi bencana di Kolaka Utara
09 August 2026 23:07 WIB
Pemkab Kolaka rampungkan 21 Koperasi Merah Putih untuk perkuat ekonomi desa
06 August 2026 13:45 WIB