Kolaka (Antaranews Sultra) - Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat daerah itu dengan mengikutsertakan akreditasi empat puskesmas.
Kepala Dinas Kesehatan Kolaka Harun Masirri, Jumat, mengatakan selain akan melakukan akrediasi pada empat puskesmas pemerintah daerah juga telah meningkatkan status empat puskesmas yakni Wolo, Wundulako, Tanggetada dan Watubangga menjadi puskesmas rawat inap.
"Peningkatan status puskesmas di beberapa kecamatan untuk mengurangi jumlah pasien di rumah sakit Nenyamin Guluh yang jumlahnya sering membludak," katanya.
Dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, kata dia, pada 2018 pemerintah menginginkan semua puskesmas di Kolaka diakreditasi guna mendekatkan pelayanan kesehatan dan mempunyai standar yang baik.
Harun juga meminta semua elemen mendukung proses akreditasi ini mulai dari camat, lurah dan staf puskesmas maupun masyarakat setempat sehingga proses ini bisa terlaksana dengan baik.
"Kami berharap semua pemangku kepentingan baik camat dan lurah bisa membantu proses akreditasi itu sehingga pelayanan kesehatan masyarakat bisa maksimal," jelas Harun Massiri.
Kepala Dinas Kesehatan Kolaka Harun Masirri, Jumat, mengatakan selain akan melakukan akrediasi pada empat puskesmas pemerintah daerah juga telah meningkatkan status empat puskesmas yakni Wolo, Wundulako, Tanggetada dan Watubangga menjadi puskesmas rawat inap.
"Peningkatan status puskesmas di beberapa kecamatan untuk mengurangi jumlah pasien di rumah sakit Nenyamin Guluh yang jumlahnya sering membludak," katanya.
Dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, kata dia, pada 2018 pemerintah menginginkan semua puskesmas di Kolaka diakreditasi guna mendekatkan pelayanan kesehatan dan mempunyai standar yang baik.
Harun juga meminta semua elemen mendukung proses akreditasi ini mulai dari camat, lurah dan staf puskesmas maupun masyarakat setempat sehingga proses ini bisa terlaksana dengan baik.
"Kami berharap semua pemangku kepentingan baik camat dan lurah bisa membantu proses akreditasi itu sehingga pelayanan kesehatan masyarakat bisa maksimal," jelas Harun Massiri.