Sultra Dorong Peningkatan Nilai Investasi Daerah
Sabtu, 29 April 2017 15:31 WIB
ilustrasi (foto Antara)
Kendari, Antara Sultra - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus melakukan upaya mendorong peningkatan nilai investasi di daerah itu.
Kepala Badan Penanaman Modal Daerah dan Pelayanan Terpadu Satu Pindu Sultra, Masmuddin, di Kendari, Sabtu, mengatakan peningkatan nilai investasi daerah akan berdampak pada peningkatan pertumbuhan perekonomian daerah.
"Salah satu upaya kita adalah memberikan rasa nyaman kepada investor untuk berinvestasi dan memberikan kepastian hukum terhadap para investor," kata Msmuddin.
Ia mengatakan, kepastian hukum dan kenyamanan investasi yang diberikan pemerintah dan daerah kepada setiap pengusaha atau pun investor telah menciptakan iklim investasi yang baik di daerah penghasil tambang nikel tersebut.
"Pada triwulan pertama ini, nilai investasi dalam negeri untuk Sultra sudah mencapai angkat Rp1,4 triliun. Ini sangat menggembirakan dibanding tahun sebelumnya," katanya.
Disebutkan, penyumbang utama investasi daerah berasal dari sektor pertanian, perikanan, perkebunan, tambang terutama pengolahan bijih nikel kemudian sektor jasa dan perdagangan.
"Komitmen tinggi pemerintah memberikan peluang ivestasi juga menjadi salah satu stimulus terhadap peningkatan nilai investasi daerah," katanya.
Kepala Badan Penanaman Modal Daerah dan Pelayanan Terpadu Satu Pindu Sultra, Masmuddin, di Kendari, Sabtu, mengatakan peningkatan nilai investasi daerah akan berdampak pada peningkatan pertumbuhan perekonomian daerah.
"Salah satu upaya kita adalah memberikan rasa nyaman kepada investor untuk berinvestasi dan memberikan kepastian hukum terhadap para investor," kata Msmuddin.
Ia mengatakan, kepastian hukum dan kenyamanan investasi yang diberikan pemerintah dan daerah kepada setiap pengusaha atau pun investor telah menciptakan iklim investasi yang baik di daerah penghasil tambang nikel tersebut.
"Pada triwulan pertama ini, nilai investasi dalam negeri untuk Sultra sudah mencapai angkat Rp1,4 triliun. Ini sangat menggembirakan dibanding tahun sebelumnya," katanya.
Disebutkan, penyumbang utama investasi daerah berasal dari sektor pertanian, perikanan, perkebunan, tambang terutama pengolahan bijih nikel kemudian sektor jasa dan perdagangan.
"Komitmen tinggi pemerintah memberikan peluang ivestasi juga menjadi salah satu stimulus terhadap peningkatan nilai investasi daerah," katanya.
Pewarta : Suparman
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
ANTAM perkuat sinergi dengan Pemkab Kolaka guna dorong pembangunan berkelanjutan
11 April 2026 9:42 WIB
Asmo Sulsel salurkan 2.000 bibit ikan dorong kesejahteraan pembudidaya di Ambon
09 April 2026 10:41 WIB