Pipa Dimakan Usia, Air PDAM Hilang 38 Persen
Kamis, 19 Januari 2017 15:12 WIB
ilustrasi
Kendari, Antara Sultra - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengungkapkan tingkat kehilangan air yang terjadi saat ini mencapai 38 persen atau turun dibanding sebelumnya 43 persen dari total air yang terdistribusi.
"Kami sudah berusaha menekan tingkat kehilangan air, dari 43 persen menjadi 38 persen. Memang butuh pekerjaan ekstra untuk mengurangi tingkat kehilangan meskipun hanya satu persen," kata Direktur PDAM Kota Kendari, Damin di Kendari, Kamis.
Ia mengatakan salah satu yang menyebabkan tingkat kehilangan air adalah sistem perpipaan yang sudah termakan usia sehingga banyak yang bocor, kemudian ada pekerjaan jalan yang biasa membuat pipa bocor meskipun itu pipa baru.
"Kondisi ini menyebabkan kita belum bisa melakukan pelayanan pendistribusian air setiap hari seperti yang diharapkan oleh masyarakat," katanya.
Tetapi pada titik-titik tertentu, kata Damin, sudah bisa dilakukan pendistribusian setiap hari tetapi belum bisa 24 jam. Di beberapa titik atau kawasan lain pendistribusian dilakukan sekali dalam dua hari.
"Selain itu, kondisi listrik PLN juga mempengaruhi pendistribusian karena kita masih tergantung kepada listrik PLN untuk pompa distribusi air," katanya.
Ia mengaku akan terus membenahi sejumlah titik jaringan pipa yang mengalami kebocoran, kemudian aktif melakukan pengawasan di lapangan agar tidak ada pencurian air oleh pihak tidak bertanggung jawab.
"Untuk membenahi jaringan pipa yang ada, kami tidak tergantung lagi dari subsidi Pemkot Kendari selaku pemilik perusahaan ini, tetapi kami sudah menggunakan dana sendiri atau hasil keuntungan setiap bulan," katanya.
"Kami juga membenahi layanan kepada pelanggan seperti pencatatan air yang awalnya dilakukan secara manual sekarang menggunakan alat bantu," katanya.
Damin meminta maaf kepada pelanggan karena belum bisa memberikan pelayanan terbaik dan maksimal seperti yang diharapkan masyarakat, tetapi pihaknya terus melakukan pembenahan dan perbaikan layanan.
"Kami sudah berusaha menekan tingkat kehilangan air, dari 43 persen menjadi 38 persen. Memang butuh pekerjaan ekstra untuk mengurangi tingkat kehilangan meskipun hanya satu persen," kata Direktur PDAM Kota Kendari, Damin di Kendari, Kamis.
Ia mengatakan salah satu yang menyebabkan tingkat kehilangan air adalah sistem perpipaan yang sudah termakan usia sehingga banyak yang bocor, kemudian ada pekerjaan jalan yang biasa membuat pipa bocor meskipun itu pipa baru.
"Kondisi ini menyebabkan kita belum bisa melakukan pelayanan pendistribusian air setiap hari seperti yang diharapkan oleh masyarakat," katanya.
Tetapi pada titik-titik tertentu, kata Damin, sudah bisa dilakukan pendistribusian setiap hari tetapi belum bisa 24 jam. Di beberapa titik atau kawasan lain pendistribusian dilakukan sekali dalam dua hari.
"Selain itu, kondisi listrik PLN juga mempengaruhi pendistribusian karena kita masih tergantung kepada listrik PLN untuk pompa distribusi air," katanya.
Ia mengaku akan terus membenahi sejumlah titik jaringan pipa yang mengalami kebocoran, kemudian aktif melakukan pengawasan di lapangan agar tidak ada pencurian air oleh pihak tidak bertanggung jawab.
"Untuk membenahi jaringan pipa yang ada, kami tidak tergantung lagi dari subsidi Pemkot Kendari selaku pemilik perusahaan ini, tetapi kami sudah menggunakan dana sendiri atau hasil keuntungan setiap bulan," katanya.
"Kami juga membenahi layanan kepada pelanggan seperti pencatatan air yang awalnya dilakukan secara manual sekarang menggunakan alat bantu," katanya.
Damin meminta maaf kepada pelanggan karena belum bisa memberikan pelayanan terbaik dan maksimal seperti yang diharapkan masyarakat, tetapi pihaknya terus melakukan pembenahan dan perbaikan layanan.
Pewarta : Suparman
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Kendari siagakan 11 pompa air antisipasi kekeringan sawah di musim kemarau
17 April 2026 20:14 WIB
Pemerintah apresiasi Polri identifikasi pelaku penyiraman air keras Andrie Yunus
18 March 2026 22:25 WIB
Usai KTT Board of Peace dan pertemuan bilateral, Presiden Prabowo tiba di Jakarta
27 February 2026 13:02 WIB
Berita populer, pesawat Smart Air ditembak sampai Prabowo hadiri rapat BoP
12 February 2026 11:37 WIB
Hukum kemarin , jaringan narkoba Internasional sampai kasus pesawat Smart Air
12 February 2026 8:41 WIB
Pemprov Sultra pastikan PT VDNI lunasi tunggakan Pajak Air Permukaan senilai Rp26 miliar
23 January 2026 19:46 WIB
Respon banjir Kolaka, PT Vale tegaskan jaga kualitas air sungai Oko-oko dan Huko-huko
18 November 2025 13:17 WIB
Terpopuler - Seputar Sultra
Lihat Juga
PT CNI percepat mitigasi lingkungan dan perkuat sinergi masyarakat di Lapao-pao Kolaka
06 May 2026 18:45 WIB
PT Dahana lakukan peledakan perdana pengelolaan kuari di IUP PT BGR Buton Tengah
05 May 2026 14:45 WIB
BMKG imbau warga agar Wlwaspadai hujan lebat disertai angin kencang di 15 wilayah Sultra
05 May 2026 14:23 WIB