Logo Header Antaranews Sultra

Kendari terima hibah jaringan irigasi air tanah dukung ketahanan pangan

Senin, 4 Mei 2026 13:58 WIB
Image Print
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran saat meinjau jaringan irigasi di Kendari, Sulawesi Tenggara. (ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)

Kendari (ANTARA) - Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menerima hibah Barang Milik Negara (BMN) berupa jaringan Irigasi Air Tanah (IAT) dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari guna memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan di daerah itu.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran di Kendari, Senin, mengatakan hibah infrastruktur tersebut dialokasikan khusus untuk mendukung sistem pengairan lahan persawahan di Kelurahan Labibia, Kecamatan Mandonga.

"Di Labibia ini kita memiliki potensi persawahan yang cukup besar, mencakup luas sekitar 97,4 hektare. Pembangunan irigasi ini dilakukan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah Kota Kendari," kata Siska.

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya sebagian besar lahan di wilayah tersebut sempat mengalami alih fungsi komoditas. Petani yang awalnya menanam padi terpaksa beralih ke tanaman jagung dan sayur-sayuran akibat terkendala pasokan air yang tidak menentu.

Kondisi lahan yang bersifat tadah hujan, lanjutnya, membuat produktivitas padi menurun drastis saat musim kemarau, sehingga lahan dianggap kurang produktif untuk tanaman pangan utama.

"Selama ini Kota Kendari praktis hanya mengandalkan produksi padi dari kawasan persawahan Amohalo di Kecamatan Baruga. Dengan adanya bantuan sumur bor dan jaringan irigasi dari BWS ini, kita ingin menghidupkan kembali lumbung pangan di Labibia," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut dari serah terima hibah tersebut, Siska telah menginstruksikan Dinas Pertanian Kota Kendari untuk segera melakukan koordinasi dengan para petani setempat guna memulai masa tanam.

"Saya sudah memerintahkan jajaran terkait untuk mempersiapkan penanaman padi perdana di Labibia dalam dua minggu ke depan. Kita harus bergerak cepat agar fasilitas ini segera memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat," tegas Siska.

Di wilayah Kelurahan Labibia terdapat sedikitnya tujuh kelompok tani yang selama ini terkendala infrastruktur pengairan. Pemerintah Kota berharap kehadiran jaringan irigasi air tanah ini dapat memotivasi petani untuk kembali mengolah sawah secara intensif.

Dengan sistem irigasi yang stabil, Pemkot Kendari optimistis Indeks Pertanaman (IP) di Labibia dapat meningkat, sehingga mampu menambah total produksi beras daerah dan mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah.



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026