Kendari (Antara News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mengalami kendala untuk memasarkan beras premium cap Anoa akibat biaya pengemasan beras premium tersebut ditiadakan sebagai dampak pemotongan DAU Sultra.
"Salah satu program kami yang harus dibatalkan sebagai dampak pemotongan DAU ini adalah program pencetakan kemasan beras premium lokal cap Anoa yang merupakan hasil petani sultra dari pengembangan padi varietas Konawe dan Mekongga," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sultra, Muhammad Nasir di Kendari, Rabu.
Ia mengatakan, hingga saat ini pencetakan kemasan beras premium tersebut dengan menampilkan ikon daerah tidak bisa dilakukan. "Terpaksa kita serahkan beras itu ke Perum Bulog untuk menyiasatinya dengan kemasan sesuai dengan anggaran yang mereka miliki untuk mereka pasarkan," katanya.
Ia mengaku belum mengetahui angka pasti anggaran yang dipotong khusus di Dinas Pertanian dan Peternakan Sultra sebagai dampak pemotongan DAU Sultra sebanyak Rp217 miliar. "Memang belum ada angka pasti, masih dibicarakan sekarang. Harapan kita program yang sudah dikontrakkan seperti pengadaan alat pertanian yang tujuannya untuk memakmurkan petani itu jangan dilakukan pemotongan," ujarnya.
Menurut dia, sebagai daerah yang sudah surplus beras, memiliki keinginan untuk memasarkan beras premium lokal secara luas hingga keluar daerah Sultra dengan kemasan menampilkan ciri khas Sultra yakni Anoa. "Tetapi upaya itu untuk sementara terhambat karena kita tidak jadi mencetak kemasan yang diharapkan," katanya.
Sultra Terkendala Pasarkan Beras Premium Cap Anoa
Kamis, 8 September 2016 16:40 WIB
Pewarta : Suparman
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Operasi Zebra Anoa 2025 dimulai di Sultra, disiplin berlalu lintas jadi prioritas
17 November 2025 10:26 WIB
Pemprov Sultra cabut laporan polisi perusakan Kantor Penghubung di Jakarta
11 October 2025 10:59 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Pemkot Kendari sediakan pangan murah untuk penuhi kebutuhan masyarakat jelang Ramadhan
10 February 2026 14:46 WIB
BI catat investasi industri dan program MBG dorong pertumbuhan ekonomi Sultra pada 2025
10 February 2026 13:13 WIB
Rupiah pada Selasa pagi jadi menguat 0,04 persen jadi Rp16.799 per dolar AS
10 February 2026 10:05 WIB