Rektor UNS Harap Mahasiswa Berdaya Saing Hadapi MEA
Senin, 4 Mei 2015 23:40 WIB
Kolaka (Antara News) - Rektor Universitas Sembilan Belas November (UNS) Kolaka, Dr. Ashari mengharapkan agar mahasiswa bisa bersaing dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
"Masyarakat harus bisa bersaing dengan orang asing saat MEA diberlakukan, artinya orang Kolaka bukan lagi bersaing dengan orang Kolaka sendiri, melainkan dengan orang asing," katanya di Kolaka, Senin.
Begitu juga dengan mahasiswa lulusan perguruan tinggi, baik dari Makassar maupun UI atau pun UGM, akan berhadapan dengan lulusan dari Singapura dan negara ASEAN lainnya, kata Ashari di hadapan staf dan mahasiswa USN pada upacara Hardiknas tahun 2015 di halaman kampus itu.
Oleh karena itu, kata doktor lulusan UGM Jogjakata ini, yang harus dilakukan sekarang dalam menyambut MEA adalah mendorong daya saing bangsa melalui penelitian yang inovatif dan dapat memberikan dampak ekonomi langsung pada masyarakat.
"Ini merupakan tanggung jawab pemerintah dan perguruan tinggi, meskipun masih ada pemerintah dan perguruan tinggi yang tidak menyadari hal ini, "ucapnya.
Universitas Sembilan Belas November (USN) Kolaka, kata dia, menargetkan pada tahun 2039 nanti sudah harus masuk 100 universitas terbaik di Asia dan untuk mencapai semua itu, dosen dan staf diminta untuk memacu diri serta memiliki tanggung jawab dalam pekerjaannya.
"Tahun 2016 nanti sudah ada profesor yang mengajar di USN, paling tidak wakil rektor satu atau saya sendiri," ujar Ashari.
Selain itu, dia juga menghendaki agar mahasiswa USN dilibatkan dalam menyusun DIPA Anggaran tahun 2016 nanti. Hal ini dilakukan agar mahasiswa selalu mengontrol penggunaan anggaran keuangan kampus.
"Masyarakat harus bisa bersaing dengan orang asing saat MEA diberlakukan, artinya orang Kolaka bukan lagi bersaing dengan orang Kolaka sendiri, melainkan dengan orang asing," katanya di Kolaka, Senin.
Begitu juga dengan mahasiswa lulusan perguruan tinggi, baik dari Makassar maupun UI atau pun UGM, akan berhadapan dengan lulusan dari Singapura dan negara ASEAN lainnya, kata Ashari di hadapan staf dan mahasiswa USN pada upacara Hardiknas tahun 2015 di halaman kampus itu.
Oleh karena itu, kata doktor lulusan UGM Jogjakata ini, yang harus dilakukan sekarang dalam menyambut MEA adalah mendorong daya saing bangsa melalui penelitian yang inovatif dan dapat memberikan dampak ekonomi langsung pada masyarakat.
"Ini merupakan tanggung jawab pemerintah dan perguruan tinggi, meskipun masih ada pemerintah dan perguruan tinggi yang tidak menyadari hal ini, "ucapnya.
Universitas Sembilan Belas November (USN) Kolaka, kata dia, menargetkan pada tahun 2039 nanti sudah harus masuk 100 universitas terbaik di Asia dan untuk mencapai semua itu, dosen dan staf diminta untuk memacu diri serta memiliki tanggung jawab dalam pekerjaannya.
"Tahun 2016 nanti sudah ada profesor yang mengajar di USN, paling tidak wakil rektor satu atau saya sendiri," ujar Ashari.
Selain itu, dia juga menghendaki agar mahasiswa USN dilibatkan dalam menyusun DIPA Anggaran tahun 2016 nanti. Hal ini dilakukan agar mahasiswa selalu mengontrol penggunaan anggaran keuangan kampus.
Pewarta : Oleh Darwis Sarkani
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahasiswa Pendidikan Matematika USN Kolaka lolos PKM-AI Kemendiktisaintek 2025
01 August 2025 21:28 WIB
KKN USN Kolaka seminar program kerja untuk dorong kepedulian dan kolaborasi masyarakat
24 July 2025 11:25 WIB
USN Kolaka menerapkan bioteknologi pupuk berdayakan masyarakat petani
22 October 2024 15:00 WIB, 2024
PT Vale beri beasiswa ke mahasiswa USN Kolaka dari keluarga prasejahtera
22 August 2024 17:32 WIB, 2024
Program PPM PT Vale dukung pendidikan Mahasiswa prasejahtera UNS Kolaka
22 August 2024 16:23 WIB, 2024
Terpopuler - Seputar Sultra
Lihat Juga
Pemerintah pusat kucurkan Rp10 miliar untuk warga terdampak banjir di Sulawesi Tenggara
12 May 2026 13:36 WIB