Logo Header Antaranews Sultra

FPPP USN Kolaka tanam 240 fragmen karang untuk pemulihan ekosistem laut

Selasa, 1 Juli 2025 12:17 WIB
Image Print
Foto-foto FPPP USN Kolaka saat menanam fragmen karang di Pantai Kajuangin Kolaka. (ANTARA/HO-USN Kolaka)

Kendari (ANTARA) - Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan (FPPP) Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka menanam sebanyak 240 fragmen karang di Perairan Pantai Kajuangin, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup dan Hari Lingkungan Sedunia.

Ketua Panitia Arif Prasetya saat dihubungi di Kendari, Selasa, mengatakan bahwa kegiatan bertajuk Pemulihan Ekosistem Laut melalui Transplantasi Karang ini merupakan komitmen akademisi untuk mengambil peran langsung dalam menjaga ekosistem pesisir.

Transplantasi karang dilakukan dengan menggunakan spiderweb, dan fragmen-fragmen karang ditanam pada kedalaman 5 hingga 7 meter di bawah permukaan laut.

"Metode ini dinilai efektif dalam mempercepat proses pemulihan ekosistem karang secara alami," kata Arif.

Dia menyebutkan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Civitas Akademika terhadap kelestarian lingkungan. Sehingga, ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak pihak dalam menjaga ekosistem laut.

“Karang adalah rumah bagi ribuan spesies. Jika rusak, maka rusak pula tumpuan hidup ekosistem laut,” ujarnya.

Arif menyampaikan seluruh pendanaan kegiatan ini bersumber dari inisiatif swadaya para dosen.

Kemudian, mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan, seperti PT ANTAM, PT Sinar Unaaha Utama, dan PT Indonesia Pomalaa Industri Park (IPIP).

Kolaborasi ini dinilai sebagai contoh nyata sinergi antara dunia pendidikan dan industri dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Ke depan, ia berharap semakin banyak perusahaan di wilayah Kolaka yang turut peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.

Tak hanya penanaman karang, para peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut, teknik transplantasi, serta upaya mitigasi terhadap kerusakan wilayah pesisir.

Dengan meningkatnya ancaman terhadap laut, mulai dari perubahan iklim, aktivitas penangkapan berlebih, hingga pencemaran, maka aksi-aksi seperti ini menjadi langkah penting dalam mengembalikan fungsi alami ekosistem.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi inspirasi bagi kampus lain, pemerintah daerah, dan sektor swasta untuk ikut aktif dalam pemulihan lingkungan. Laut yang sehat bukan hanya untuk nelayan, tapi untuk kita semua,” jelas Arif.

Kegiatan ini dihadiri langsung Dekan FPPP USN Kolaka, Dr Marlina Mustafa, bersama para dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dari berbagai program studi.

Mereka turut ambil bagian dalam penanaman karang maupun edukasi lapangan seputar teknik rehabilitasi ekosistem laut.

Dalam sambutannya, Marlina menegaskan pentingnya peran kampus dalam konservasi.

Menurutnya, konservasi bukan sekadar menjaga alam, tetapi menjaga masa depan generasi kita.

“Karang adalah fondasi kehidupan laut. Jika kita kehilangan mereka, kita kehilangan banyak harapan bagi laut Indonesia,” tambahnya.



Pewarta :
Editor: Abdul Azis Senong
COPYRIGHT © ANTARA 2026