Kemendikbud Akan Lakukan Perubahan Tata Kelola Buku
Senin, 6 April 2015 9:26 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan. (FOTO ANTARA).
Jakarta (Antara News) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan melakukan perubahan tata kelola buku untuk menghindari muatan negatif dalam buku pelajaran sekolah.
"Kami akan lakukan perbandingan praktik di negara lain, mana yang baik dalam urusan buku," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, di Jakarta, Minggu.
Mendikbud menjelaskan pemerintah pusat menjadi kurator buku-buku yang beredar di masyarakat,sehingga buku-buku itu menjadi buku yang layak dikonsumsi oleh siswa.
Selain itu, lanjut dia, buku berkaitan dengan bahasa. Buku diharapkan bisa mendukung Buku juga berkaitan erat dengan bahasa.
Buku diharapkan bisa mendukung anak-anak Indonesia menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
"Kekayaan bahasa adalah salah satu bentuk kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia. Karena itu penggunaan bahasa daerah juga harus diperhatikan".
Ia mengatakan bahasa merupakan alat yang efektif dalam mengajarkan logika.
Sebelumnya, buku pendidikan agama Islam kelas XI SMA yang isinya berbau radikalisme beredar di sejumlah sekolah di Jombang, Jawa Timur.
Pada halaman 78 buku tersebut disebutkan orang yang menyembah selain Allah atau nonmuslim boleh dibunuh. Buku tersebut diterbitkan penerbit Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).
"Kami akan lakukan perbandingan praktik di negara lain, mana yang baik dalam urusan buku," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, di Jakarta, Minggu.
Mendikbud menjelaskan pemerintah pusat menjadi kurator buku-buku yang beredar di masyarakat,sehingga buku-buku itu menjadi buku yang layak dikonsumsi oleh siswa.
Selain itu, lanjut dia, buku berkaitan dengan bahasa. Buku diharapkan bisa mendukung Buku juga berkaitan erat dengan bahasa.
Buku diharapkan bisa mendukung anak-anak Indonesia menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
"Kekayaan bahasa adalah salah satu bentuk kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia. Karena itu penggunaan bahasa daerah juga harus diperhatikan".
Ia mengatakan bahasa merupakan alat yang efektif dalam mengajarkan logika.
Sebelumnya, buku pendidikan agama Islam kelas XI SMA yang isinya berbau radikalisme beredar di sejumlah sekolah di Jombang, Jawa Timur.
Pada halaman 78 buku tersebut disebutkan orang yang menyembah selain Allah atau nonmuslim boleh dibunuh. Buku tersebut diterbitkan penerbit Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).
Pewarta : Oleh Indriani
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenag RI luncurkan Panduan Strategis Pengelolaan Zakat dan Wakaf 2025
24 December 2024 14:00 WIB, 2024
Kapolri sebut dua buku pendidikan antikorupsi diluncurkan isinya pedas
10 December 2024 0:14 WIB, 2024
Terpopuler - Nasional
Lihat Juga
BMKG keluarkan peringatan dini gelombang laut tinggi 11-14 Februari di perairan Indonesia
11 February 2026 11:55 WIB
BPJS: Atlet kategori pakerja nonformal dan miliki risiko tinggi perlu diberikan perlindungan sosial
11 February 2026 11:51 WIB
Kemenhaj gelar Manasik Haji Nasional serentak di seluruh Indonesia jelang pemberangkatan haji
11 February 2026 11:28 WIB
ANTARA: AI hanya boleh menjadi jadi alat bantu, bukan penentu dalam karya jurnalistik
10 February 2026 10:44 WIB
ANTARA: Jurnalisme harus hadirkan fakta dan tanggung jawab sosial kepada publik
08 February 2026 21:32 WIB