Palu,  (Antara News) - Jurnalis di Kota Palu membaca sejumlah puisi bertemakan buruh saat memperingati Hari Buruh Internasional di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis.
     Rahmat Dhani anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu membacakan puisi bertemakan buruh yang mencoba mewujudkan kesejahteraannya. Aksi itu digelar di Bundaran Hasanuddin Palu yang merupakan tempat yang sering dilalui warga.
     Rahmat Dhani yang juga jurnalis Palu TV itu berharap melalui puisi yang dibacakannya itu bisa menggugah masyarakat terutama para buruh untuk mewujudkan kesejahteraan buruh.
     Sementara itu Abdi K Mary membacakan sejumlah puisi karya Wiji Thukul yang bertemakan kesewenang-wenangan perusahaan terhadap buruh.
     Dalam puisi yang dibacakannya itu buruh terlihat sebagai kaum lemah yang harus mencukupi hak dasarnya seperti kesehatan dan perumahan karena perusahaan tidak bisa menjamin hak-hak karyawan.
      "Sampai kapan buruh harus menjadi sapi perahan. Kapan buruh bisa sejahtera," kata Abdi usai membacakan puisi.
     Sementara itu, Deasy Ritsard membacakan puisi yang menceritakan kegelisahan kaum pekerja yang hidupnya tak kunjung sejahtera.
      Demikian pula Joko Santoso yang membacakan dua puisi ciptaan sendiri yang menggambarkan ketimpangan sosial antara si kaya dan si miskin yang tidak lain adalah buruh.
     Yardin Hasan, peserta aksi lainnya meminta pemerintah bisa menekan pihak swasta akan menerapkan upah layak kepada para buruh.
     "Upah minimum itu kurang bisa memenuhi kebutuhan seorang buruh dan keluarganya," katanya.
     Aksi yang berlangsung tertib itu juga dikawal sejumlah aparat kepolisian yang mengendarai sepeda motor.
     Usai melakukan aksinya, peserta aksi membubarkan diri dengan tertib menuju ke Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu di Jalan Rajawali 28.

    


Pewarta : Riski Maruto
Editor :
Copyright © ANTARA 2024