41 Keluarga Korban Banjir Kehilangan Tempat Tinggal
Selasa, 23 Juli 2013 15:27 WIB
Banjir di Kota Kendari Selasa 16/7, membuat warga panik dan berusaha menyelamatkan sebagian harta benda mereka. Nampak warga di Kelurahan Lepo-Lepo saat banjir tiba.(FOTO-ANTARA/Azis Senong)
Kendari, (Antara News) - Sebanyak 41 kepala keluarga yang menjadi korban banjir di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kehilangan tempat tinggal.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari, Iskandar di Kendari, Selasa, mengatakan 41 kepala keluarga atau ratusan jiwa yang kehilangan tempat tinggal ditampung di posko penampungan dan di rumah keluarga mereka.
"Sekarang ini masih dalam tahap tanggap darurat tetapi satu atau dua hari ke depan beralih ke masa pemulihan korban bencana," kata Iskandar.
Pemerintah Kota Kendari bersama aparat TNI Angkatan Darat terus mengumpulkan data-data kerusakan rumah korban banjir untuk dilaporkan kepada pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta.
Pemerintah pusat menyiapkan penggantian rumah bagi kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah banjir.
"Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 juta hingga Rp25 juta per satu unit rumah," katanya.
Data BPBD Kota Kendari menyebutkan pengungsi korban banjir mencapai 2.679 jiwa, 41 unit rumah terseret arus banjir, 195 unit rumah rusak berat, 179 unit rusak sedang dan 6.422 unit rusak ringan.
Selain menimbulkan kerusakan rumah tempat tinggal juga musibah banjir Selasa dini hari (16/7), mengakibatkan sebanyak 7.500 ekor ternak milik warga setempat mati.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari, Iskandar di Kendari, Selasa, mengatakan 41 kepala keluarga atau ratusan jiwa yang kehilangan tempat tinggal ditampung di posko penampungan dan di rumah keluarga mereka.
"Sekarang ini masih dalam tahap tanggap darurat tetapi satu atau dua hari ke depan beralih ke masa pemulihan korban bencana," kata Iskandar.
Pemerintah Kota Kendari bersama aparat TNI Angkatan Darat terus mengumpulkan data-data kerusakan rumah korban banjir untuk dilaporkan kepada pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta.
Pemerintah pusat menyiapkan penggantian rumah bagi kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah banjir.
"Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 juta hingga Rp25 juta per satu unit rumah," katanya.
Data BPBD Kota Kendari menyebutkan pengungsi korban banjir mencapai 2.679 jiwa, 41 unit rumah terseret arus banjir, 195 unit rumah rusak berat, 179 unit rusak sedang dan 6.422 unit rusak ringan.
Selain menimbulkan kerusakan rumah tempat tinggal juga musibah banjir Selasa dini hari (16/7), mengakibatkan sebanyak 7.500 ekor ternak milik warga setempat mati.
Pewarta : Oleh Sarjono
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Basarnas Kendari kirim 15 personel bantu pencarian korban pesawat ATR di Sulsel
22 January 2026 13:13 WIB
Basarnas Kendari kerahkan tim SAR cari lansia hilang saat berkebun di Baubau
21 January 2026 0:12 WIB
Tim SAR cari tiga remaja yang hanyut saat memancing di Perairan Desa Onehe Kolaka
14 January 2026 13:34 WIB
Tim tiga remaja yang hilang saat memancing di perairan Kolaka ditemukan selamat
14 January 2026 9:15 WIB
Pemancing tenggelam di perairan Konawe Selatan, Basarnas Kendari kerahkan tim SAR
12 January 2026 10:22 WIB
Tim SAR Gabungan evakuasi jenazah remaja yang diterkam buaya di Konawe Selatan
05 January 2026 20:18 WIB
Basarnas kerahkan tim SAR cari remaja yang diterkam buaya di Konawe Selatan
05 January 2026 20:18 WIB
Terpopuler - Seputar Sultra
Lihat Juga
Pemkot Kendari tetapkan besaran zakat fitrah Ramadhan 2026 Rp50 ribu per jiwa
19 February 2026 22:14 WIB